Berita

Ahli Peneliti Utama Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Siti Zuhro/Net

Politik

Popularitas dan Elektabilitas Tak Cukup untuk Ukur Kualitas dan Kualifikasi Calon Pemimpin

SENIN, 31 JANUARI 2022 | 15:00 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Untuk mengukur kualitas dan kualifikasi dari para calon pemimpin maupun partai politik tidak bisa hanya dari sisi popularitasnya saja. Juga tak hanya melihat sisi elektabilitas calon presiden dan wakil presiden untuk pemilu selanjutnya.

Hal itu disampaikan Ahli Peneliti Utama Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Siti Zuhro, dalam acara Trust Indonesia dengan mengambil tema "Indonesia Outlook 2022: Membaca Lansekap Politik Indonesia 2024", di Hotel Hilton Double Tree, Jalan Pegangsaan, Jakarta Pusat, Senin (31/1).

“Menurut saya, elektabilitas itu kan di 2024, jadi popularitas itu sangat tidak cukup. Jadi kita harus membumikan mensosialisasikan calon pemimpin, kita juga tidak punya acuan seperti apa sebetulnya kriteria seorang capres-cawapres,” ucap Siti Zuhro.


Ditambahkan Siti Zuhro, yang menjadi permasalahan dalam menentukan pilihan masyarakat dalam mencari calon pemimpinnya di pemilu mendatang adalah tidak adanya undang-undang yang memayungi teknis atau SOP kualifikasi dan kriteria calon pemimpin.

“Itu kurang, sehingga memberikan keleluasaan kepada siapapun untuk mengajukan calon, ya seperti itu akhirnya,” jelasnya.

Menurut Siti Zuhro, banyak masyarakat yang lupa bahwa yang diberikan mandat oleh konstitusi adalah partai politik dan gabungan partai politik yang menentukan siapa calon pemimpin yang bakal bertarung dalam pemilu.

"Jadi bukan komunitas, bukan relawan untuk mengusung calon. Oleh karena itu memang partai politik harus berada di depan dalam melakukan kaderisasi dan promosi kader untuk dijadikan preferensi masyarakat terhadap partai politik dan capres cawapres 2024, itu patut diketahui,” ucapnya.

“Karena ini akan membawa konsekuensi pada nantinya yaitu perilaku pemilih. Perilaku pemilih kita itu seperti apa yang kita harapkan dari lembaga-lembaga survei,” demikian Zuhro.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya