Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Jabar Provinsi Pertama Terapkan Kurikulum Pencegahan Radikalisme, Dimulai Sejak Paud

RABU, 26 JANUARI 2022 | 11:13 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Jawa Barat menjadi provinsi pertama di Indonesia yang menerapkan kurikulum pencegahan dan penanggulangan radikalisme dan terorisme.

Kurikulum itu diterapkan di Dinas Pendidikan Kabupaten Garut yang didorong oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dedi Supandi mengatakan, kurikulum tersebut penting untuk memperkuat jiwa kebangsaan pada generasi yang akan datang.


Sebagai terobosan, kurikulum tersebut diterapkan untuk tingkat Paud, Taman kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Saya mengapresiasi Dinas Pendidikan Kabupaten Garut dengan diterapkannya kurikulum Pencegahan dan Penanggulangan Radikalisme dan Terorisme," ujar Dedi Supandi diberitakan Kantor Berita RMOLJabar, Rabu (26/1).

Dirinya juga mengapresiasi BNPT yang telah berperan aktif mendorong kegiatan pencegahan teroris di Jawa Barat, termasuk dalam upaya peningkatan wawasan kebangsaan. Hal itu tampak dengan memasyarakatkan sila dan nilai Pancasila melalui permainan anak 'Panca Main' yang diperkenalkan di Jawa Barat pada akhir tahun 2021 lalu.

"Mengenai kurikulum pencegahan dan penanggulangan radikalisme dan terorisme ini, saya berharap bisa ditiru oleh kabupaten kota se-Jawa Barat," katanya.

Selain itu, dia menambahkan, kurikulum tersebut ada kesinambungan dengan kurikulum wawasan kebangsaan dan kurikulum antikorupsi yang telah diterapkan untuk level SMA, SMK, maupun SLB.

"Sehingga ada kurikulum yang berjenjang dari mulai Paud hingga level SMA. Maka, upaya ini menjadi sebuah penguatan bagi generasi yang akan datang untuk berkontribusi besar dalam pencegahan dan penanggulangan radikalisme dan terorisme," pungkasnya.

Sementara itu, Stafsus Direktorat Pencegahan BNPT Bilal mengatakan Dinas Pendidikan kabupaten Garut merupakan yang pertama menerapkan kurikulum pencegahan dan penanggulangan radikalisme dan terorisme menjadi kurikulum pembelajaran di tingkat Paud, TK, SD dan SMP.

"Selama 8 bulan, Direktorat Pencegahan Kedeputian 1 Bidang Pencegahan Perlindungan dan Deradikalisi BNPT membuat terobosan bersama dengan Disdik Kabupaten Garut memasukkan materi strategi penanggulangan radikalisme dan terorisme kedalam kurikulum pendidikan tingkat Paud, TK, SD dan SMP," ujar Bilal.

Populer

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

UPDATE

Anomali Hukum Acara Pidana dalam Kasus Mantan Jampidsus

Minggu, 19 Juli 2026 | 22:14

Refleksi 30 Tahun Kudatuli, Prof Sukidi Ingatkan Bahaya Penyalahgunaan Alat Negara

Minggu, 19 Juli 2026 | 22:04

Gejolak Iran-AS Perpanjang Krisis Energi Global, Indonesia harus Belajar dari India

Minggu, 19 Juli 2026 | 21:41

Hotman Paris Harus Percaya Diri, Tak Perlu Bawa Presiden di Kasus Febri Ardiansyah

Minggu, 19 Juli 2026 | 21:17

Jerat Kemiskinan

Minggu, 19 Juli 2026 | 20:37

Polda Jateng Diminta Profesional Tuntaskan Sengkarut Proyek SMKN 1 Lumbir

Minggu, 19 Juli 2026 | 19:57

Polisi Gelar Patroli Nobar Final Argentina vs Spanyol

Minggu, 19 Juli 2026 | 19:22

KPK Usul Negara Biayai Alat Kampanye Pemilu

Minggu, 19 Juli 2026 | 18:35

Wamenaker Ingin Sinergi SP Pegadaian dan Manajemen jadi Role Model BUMN Lain

Minggu, 19 Juli 2026 | 18:05

Gerindra Tegaskan Prabowo Tak Pernah Intervensi Penegakan Hukum

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:53

Selengkapnya