Berita

Rumah warga Palestina di Sheikh Jarrah digusur paksa/AFP

Dunia

Pengadilan Israel Tolak Banding untuk Kembalikan Warga Palestina ke Sheikh Jarrah

SENIN, 24 JANUARI 2022 | 16:36 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pengadilan Pusat Israel memutuskan untuk menolak mengembalikan warga Palestina ke rumah mereka di lingkungan Sheikh Jarrah, Yerusalem.  

Pada Rabu (19/1), polisi Israel mengusir keluarga Salehiyah dari rumah mereka di Sheikh Jarrah. Israel kemudian menghancurkan bangunan tersebut meski mendapatkan kecaman.

Langkah tersebut dilakukan setelah pengadilan Israel menyetujui penggusuran di Sheikh Jarrah.


Pengacara keluarga kemudian mengajukan banding ke pengadilan di Yerusalem, meminta agar keluarga Salehiyah diizinkan untuk membangun rumah mereka kembali di sana.

Kemudian pada Minggu (23/1), pengadilan tidak menerima banding dan menolak mengeluarkan putusan dengan alasan pembongkaran telah dilakukan di lapangan.

Dikutip MEMO, saat ini banding telah diajukan ke Mahkamah Agung.

Ketika polisi Israel mengusir keluarga Salehiyah dan menghancurkan rumah, mereka juga menangkap 26 anggota keluarga dan kerabat, selain aktivis Israel pro-keadilan di tempat kejadian. Menurut Times of Israel, beberapa dari mereka yang ditangkap telah dibebaskan.

Keluarga Salehiyah memiliki sejarah panjang di Sheikh Jarrah. Mereka dipaksa keluar dari rumah mereka pada tahun 1948, dan tanah tempat rumah mereka dibangun dibeli pada tahun 1956 sebagai bagian dari kesepakatan antara pemerintah Yordania dan Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB, UNRWA.

Sekitar 500 warga Palestina yang tinggal di 28 rumah di Sheikh Jarrah telah menghadapi ancaman penggusuran paksa yang sama oleh pendudukan Israel setelah bertahun-tahun bekerja sama antara pengadilan Israel dan kelompok pemukim ilegal.

Pengadilan, kata pengacara dan aktivis, selalu memutuskan untuk mendukung pemukim Yahudi yang membuat klaim kepemilikan palsu atas properti milik Palestina.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

UPDATE

Adab di Atas Selebrasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:12

Belgia vs Mesir Berbagi Skor 1-1

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:10

Pidato Bernuansa Sindiran Berpotensi Memicu Reaksi Balik Publik

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:39

Membongkar Skandal #SellIndonesia, Hebatnya Rupiah Menguat

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:19

Edura School Jawab Tantangan Guru di Era Digital

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:03

SEI Bongkar Dampak Kebijakan Batu Bara Bahlil: Pasokan Tersendat, Listrik Alami Gangguan!

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:37

Mahfud MD: UU Polri Abaikan Komisi Reformasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:24

ART Indonesia Disiksa Mirip Samsak Tinju di Malaysia

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:01

Kerja Prabowo Sudah Bagus, tapi Jangan Pidato Meledek Lagi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:29

Sambut 1 Muharam Setop Saling Fitnah dan Provokasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:25

Selengkapnya