Berita

Aktivis 98 menggelar demo di depan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Gibran dan Kaesang diproses atas dugaan KKN/RMOL

Politik

Panas-panasan di KPK, Aliansi Aktivis 98 Desak Kaesang dan Gibran segera Diperiksa

SENIN, 24 JANUARI 2022 | 13:25 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Sekelompok massa yang tergabung dalam Aliansi Aktivis 98' menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin siang (24/1).

Mereka menuntut KPK untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan korupsi kolusi dan nepotisme (KKN) oleh dua putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep.

Pantauan Kantor Berita Politik RMOL di lokasi sekitar pukul 13.00 WIB, massa mulai berorasi dan membentangkan spanduk bertuliskan "Enak Tho Punya Bapak Presiden, Bisa KKN" dan "Mendukung KPK Segera Memeriksa Gibran dan Kaesang Atas Dugaan Melakukan Praktik KKN".

Dalam orasinya, massa juga meneriakkan dukungannya terhadap Ketua KPK Firli Bahuri untuk mengusut tuntas dugaan praktik KKN kedua putra Presiden Jokowi agar segera diperiksa.

"Kami meminta kepada Bapak Firli Bahuri sebagai Ketua KPK dan mendukung Bapak Firli membuka kebenaran. Jangan takut untuk segera memanggil dan memeriksa Kaesang dan Gibran," tegas orator dengan nada menggebu-gebu.

Adapun dalam aksinya, Aliansi Aktivis 98' ini membawa sedikitnya empat tuntutan. Pertama, meminta KPK menjalankan fungsinya sebagai penegak hukum tanpa pandang bulu demi terciptanya keadilan dan meminimalisir terjadinya tindak pidana KKN.

Kedua, meminta KP memanggil Gibran dan Kaesang atas dugaan praktik KKN. Ketiga, massa menuntut KPK terus menjaga independensi dan profesionalitas sebagai lembaga penegak hukum.

Keempat, massa mengimbau kepada pemerintah untuk tidak intervensi kasus dugaan KKN yang diduga melibatkan dua putra Presiden Joko Widodo.

Populer

Perkara Baru, KPK Temukan Dugaan Kerugian Puluhan Miliar Rupiah dari Proyek Fiktif di Perusahaan BUMN PT Amarta Karya

Jumat, 17 Juni 2022 | 13:33

Kepala WHO Akui Percaya Virus Corona Berasal dari Laboratorium Wuhan China

Kamis, 23 Juni 2022 | 17:07

Usai Rakernas PDIP, Puan Maharani Jauhi Ganjar Pranowo

Kamis, 23 Juni 2022 | 16:35

FPI, PA 212, dan GNPF Ulama Serukan Umat Islam untuk Satu Komando ke Habib Rizieq Shihab Soal Pilpres 2024

Kamis, 23 Juni 2022 | 11:22

Tiga Partai Dapat Sokongan JK untuk Usung Anies Baswedan Maju Pilpres 2024

Kamis, 23 Juni 2022 | 13:49

Tenteng Berkas ke KPK, Bekas Sesmenpora Klaim Formula E Dapat Rekomendasi Menpora Era Imam Nahrawi

Kamis, 16 Juni 2022 | 10:23

Sakit Hati dengan Gerindra, PKS dan Demokrat Kecil Kemungkinan Gabung KIR

Minggu, 19 Juni 2022 | 13:53

UPDATE

Sindir PDIP, Timur Malaka Kiemas: Tukang Bakso Lebih Mulia daripada Politisi Korup

Senin, 27 Juni 2022 | 05:44

Jalan Zulhas

Senin, 27 Juni 2022 | 05:19

PDIP Sindir Anies yang Undang Tukang Bakso, Aktivis 98: Intelektual Petinggi PDIP Kok Berada di Bawah Titik Terendah

Senin, 27 Juni 2022 | 04:51

Yenny Wahid: PKB Saat Ini Dikelola dengan Sangat Paranoid, Digembok dari Dalam

Senin, 27 Juni 2022 | 04:23

Titah Sudah Turun, Golkar Cirebon Ditargetkan Raih 10 Kursi di Pileg 2024

Senin, 27 Juni 2022 | 03:59

Ada "Para Dewa" di Lingkaran Jokowi?

Senin, 27 Juni 2022 | 03:31

Kenang Gerindra sebagai Perahu Pertamanya, Edy Rahmayadi: Tak Pakai Duit

Senin, 27 Juni 2022 | 02:27

Roy Suryo Ikut Unggah Meme Editan Stupa Borobudur, Azmi Syahputra: Kesengajaan Dapat Dihukum

Senin, 27 Juni 2022 | 02:00

PAN Kabupaten Cirebon Usulkan 4 Bacapres, di Antaranya Anies dan Ganjar

Senin, 27 Juni 2022 | 01:33

Sindir Megawati dan Jokowi, Indra Perwira: Soekarno Dulu Hentikan Loyalitas ke Partai saat Lakukan Kepentingan Nasional

Senin, 27 Juni 2022 | 01:09

Selengkapnya