Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Dunia

Ditelepon PM Hun Sen, Presiden Jokowi: Tanpa Implementasi 5 Poin Konsensus, Junta Myanmar Tak Bisa Hadiri Pertemuan ASEAN

MINGGU, 23 JANUARI 2022 | 13:27 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Joko Widodo menyampaikan kembali pentingnya implementasi lima poin konsensus yang telah disepakati oleh para pemimpin ASEAN dalam menyelesaikan krisis Myanmar.

Ketika menerima telepon dari Perdana Menteri Kamboja Hun Sen pada Jumat (21/1), Jokowi juga menegaskan bahwa pendekatan ASEAN terhadap Myanmar harus berlandaskan prinsip-prinsip yang telah disepakati bersama.

Sejauh ini, Jokowi menyayangkan sikap militer Myanmar yang tidak menunjukkan komitmen untuk melaksanakan lima poin konsensus selama kunjungan Hun Sen ke negara tersebut.


"Selama tidak ada kemajuan signifikan pelaksanaan Five Points Concensus, maka keputusan bahwa Myanmar hanya diwakili oleh non-political representative di pertemuan-pertemuan ASEAN penting untuk dipertahankan," kata Jokowi, seperti dalam keterangan tertulis dari Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu).

Kepada Myanmar yang menjabat sebagai Ketua ASEAN tahun ini, Jokowi juga menegaskan bahwa implementasi lima poin konsensus tidak dapat dikaitkan dengan lima poin roadmap yang diusung oleh militer Myanmar.

Ditekankan juga bahwa militer Myanmar harus memberikan akses terhadap Utusan Khusus Ketua ASEAN untuk dapat melakukan komunikasi segera dengan semua pihak di Myanmar. Komunikasi ini sangat penting untuk membuka jalan bagi sebuah dialog nasional yang inklusif.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi sepakat atas usulan pembentukan pertemuan konsultatif, yang terdiri dari Utusan Khusus dan Sekjen ASEAN, AHA Center, otoritas Myanmar, dan badan-badan PBB untuk mendukung penyaluran bantuan kemanusiaan tanpa diskriminasi.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya