Berita

Militer Ethiopia/Net

Dunia

Siap Bermanuver ke Tigray, Militer Ethiopia Lancarkan Operasi "Melenyapkan" TPLF

MINGGU, 23 JANUARI 2022 | 11:54 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Militer Ethiopia kembali merencanakan operasi untuk "melenyapkan" Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF) yang disebut sebagai pasukan pemberontak.

Hal itu diungkap oleh Wakil Kepala Pasukan Pertahanan Ethiopia (EDF), Jenderal Abebaw Tadesse dalam sebuah wawancara pada Jumat malam (21/1), seperti dimuat Reuters.

Tadesse menegaskan, Ethiopia tidak akan damai sampai TPLF dihilangkan. Untuk itu, militer berencana memasuki ibukota Tigray, Mekelle, untuk menjalankan operasi melawan TPLF.


"Tigray adalah bagian dari Ethiopia dan tidak ada kekuatan yang akan menghentikan kami untuk masuk. Kami akan masuk dan kami akan melenyapkan musuh. Seharusnya tidak ada kebingungan tentang ini,"
kata Tadesse.

"Masyarakat Ethiopia tidak boleh berpikir ini sudah berakhir, ini belum berakhir. Yang utama di sini adalah kita telah berhenti karena kita harus mempersiapkan diri. Musuh ini masih ada, dan harus benar-benar disingkirkan. Kita akan tidak bernegosiasi dengan mereka," tambahnya.

Secara terpisah, komandan angkatan udara Yilma Merdasa membantah menargetkan warga sipil dalam konflik tersebut, dengan mengatakan pasukannya memiliki teknologi untuk menghindari melakukannya.

"Klaim oleh TPLF bahwa angkatan udara kami menargetkan warga sipil adalah bohong," ucapnya.

Konflik Tigray terjadi selama lebih dari satu tahun, ketika pemerintahan Abiy Ahmed mulai memerangi TPLF, partai politik yang mengendalikan Tigray.

TPLF mengatakan Abiy ingin mengakhiri sistem pemerintah federal berbasis etnis di Ethiopia. Sedangkan Abiy mengatakan TPLF lapar untuk merebut kekuasaan nasional yang pernah dipegangnya.

Di sisi lain, konflik Tigray telah membuat jutaan orang mengungsi dan memicu kelaparan yang meluas. Dalam beberapa bulan terakhir ada beberapa upaya diplomatik dan politik untuk mengakhirinya, termasuk tekanan dari Amerika Serikat.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya