Berita

Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin/Net

Dunia

Atas Permintaan Xi Jinping, Putin Tak Akan Serang Ukraina Hingga Olimpiade Beijing Berakhir?

MINGGU, 23 JANUARI 2022 | 08:40 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Ketegangan antara Rusia dan Ukraina yang diyakini akan berujung pada invasi Moskow akan sangat berpengaruh bagi gelaran pesta olahraga Olimpiade Musim Dingin Beijing.

China yang telah menghabiskan miliaran dolar untuk menggelar Olimpiade tampaknya tidak akan tinggal diam membiarkan negara-negara di kawasan berkonflik.

Mengutip seorang diplomat di Beijing, Bloomberg memuat, ada kemungkinan Presiden Xi Jinping meminta Presiden Vladimir Putin untuk tidak menyerang Ukraina selama Olimpiade.


Xi sendiri dinilai memiliki pengaruh besar terhadap keputusan Putin. Pada pertengahan Desember, Xi menyebut Putin sebagai "teman lama", sementara Putin memuji Xi yang dinilai memiliki pendekatan yang bertanggung jawab dalam mengatasi masalah global.

Di tengah meningkatnya permusuhan dengan Amerika Serikat (AS) dan Barat, hubungan Rusia dan China semakin erat dan sering saling mendukung di panggung global.

Terkait ketegangan antara Rusia dan Ukraina, Kementerian Luar Negeri China telah menyatakan pentingnya masalah tersebut bagi Beijing. Seorang jurubicara mengatakan, semua negara harus mematuhi resolusi Gencatan Senjata Olimpiade PBB, yaitu tujuh hari sebelum dimulainya Olimpiade sampai tujuh hari setelah berakhirnya Paralimpiade.

Dalam gelaran Olimpiade dan Paralimpiade Beijing berarti dari 28 Januari hingga 20 Maret.

Periode tersebut merupakan waktu ketika es di timur Ukraina mulai mencair menjadi lumpur. Sehingga para analis militer menilai, kondisi tersebut akan menghambat serangan cepat Rusia.

“Putin perlu mempertimbangkan kepentingan mitra ideologis dan berperilaku secermat mungkin. Jika Putin menyerang, dia akan menciptakan latar belakang yang sangat negatif untuk Olimpiade,” kata peneliti di Carnegie Moskow Center, Andrei Kolesnikov.

Saat ini, Rusia dilaporkan telah mengumpulkan sekitar 100 ribu tentara di dekat perbatasannya dengan Ukraina.

Awalnya diperkirakan Rusia akan menyerang Ukraina pada pertengahan Februari. Itu lantaran Rusia dan Belarus akan menggelar latihan militer bersama mulai 10-20 Februari, yang diyakini Barat sebagai waktu untuk menyerang Ukraina dari utara.

Serangan tersebut dibarengi dengan serangan dunia maya untuk mengacaukan Ukraina secara paralel atau mendahului intervensi.

Sementara itu, upacara penutupan Olimpiade Musim Dingin Beijing digelar pada 20 Februari.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya