Berita

Presiden Rusia Vladimir Putin/Net

Dunia

Inggris: Rusia Berencana Gulingkan Rezim Ukraina, Menggantinya dengan Pemimpin Pro-Rusia

MINGGU, 23 JANUARI 2022 | 07:39 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Rusia diduga berencana untuk mengganti rezim di Ukraina, menggantikannya dengan menempatkan seorang pemimpin pro-Rusia di Kyiv.

Melalui serangkaian bukti, pemerintah Inggris mengklaim ketegangan yang terjadi antara Ukraina dan Rusia saat ini merupakan bagian dari rencana tersebut.

Mengutip iNews pada Minggu (23/1), Menteri Luar Negeri Inggris, Liz Truss mengatakan, informasi terbaru menyoroti sejauh mana aktivitas Rusia yang dirancang untuk menumbangkan Ukraina.


Kantor Luar Negeri, Persemakmuran dan Pembangunan Inggris (FCDO) bahkan menyebut mantan anggota parlemen Ukraina, Yevhen Murayev, telah dipersiapkan oleh Rusia untuk memimpin rezim baru setelah pemerintahan Presiden Volodymyr Zelenksy yang pro-Barat digulingkan.

Murayev merupakan pemilik media yang telah menyatakan dukungannya kepada Rusia. Ia juga setuju dengan langkah Rusia mencaplok Krimea pada 2014. Dia kehilangan kursinya di parlemen Ukraina ketika partainya gagal mengamankan 5 persen suara dalam pemilihan 2019.

Menurut FCDO, dinas intelijen Rusia masih memiliki hubungan dengan Murayev dan politisi Ukraina dari pemerintahan sebelumnya. Beberapa mantan pejabat itu menyusun rencana invasi bersama dengan perwira intelijen Rusia.

Selain Murayev, ada juga mantan perdana menteri Mykola Azarov. Ia menjabat di bawah kepemimpinan presiden pro-Rusia, Viktor Yanukovych, yang digulingkan rakyat pada 2014.

Azarov melarikan diri ke Rusia dan menjadi subyek sanksi internasional, serta "red notice" Interpol yang dikeluarkan atas permintaan pemerintah Ukraina.

Di dalam pemerintah Inggris juga muncul mantan wakil kepala Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina, Vladimir Sivkovich. Pekan ini ia mendapatkan sanksi AS karena diduga bekeja dengan intelijen Rusia.

Dalam sebuah pernyataan, FCDO dengan tegas mendukung kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina, termasuk Krimea.

Truss juga mendesak Rusia untuk menghentikan tindakan agresinya terhadap Ukraina dan menyebut akan ada konsekuensi serius.

“Rusia harus mengurangi eskalasi, mengakhiri kampanye agresi dan disinformasi, dan menempuh jalur diplomasi. Seperti yang Inggris dan mitra kami katakan berulang kali, setiap serangan militer Rusia ke Ukraina akan menjadi kesalahan strategis besar-besaran dengan biaya besar," ujarnya.

Awal pekan ini, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memperingatkan Moskow bahwa menginvasi Ukraina akan menjadi bencana bagi dunia.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya