Berita

Penangkapan jurnalis perempuan Turki, Sedef Kabas/Net

Dunia

Diduga Hina Presiden Erdogan, Jurnalis Ternama Turki Diseret ke Meja Hijau

MINGGU, 23 JANUARI 2022 | 06:58 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Seorang jurnalis ternama Turki, Sedef Kabas, terancam dihukum lantaran dituduh menghina Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Penangkapan Kabas dilakukan pada Sabtu (22/1) pukul 2 dini hari. Polisi meringkus dan membawanya ke kantor polisi utama Istanbul, kemudian memindahkannya ke gedung pengadilan utama.

Selama menunggu hasil persidangan, Kabas akan mendekam di penjara atas perintah pengadilan, seperti dilaporkan Reuters.


Kabas sendiri diduga melakukan penghinaan dalam bentuk pepatah terkait istana, yang ia diungkap ketika berbicara di saluran televisi oposisi, Tele 1, dan akun Twitter-nya.

"Kehormatan kantor kepresidenan adalah kehormatan negara kami. Saya mengutuk penghinaan vulgar yang dilakukan terhadap presiden dan kantornya," kata kepala Direktorat Komunikasi Turki, Fahrettin Altun.

Pemimpin redaksi Tele 1, Merdan Yanardag mengkritik penangkapan Kabas.

"Penahanannya semalam pada jam 2 pagi karena pepatah yang tidak dapat diterima. Sikap ini merupakan upaya untuk mengintimidasi wartawan, media dan masyarakat," cuitnya di Twitter.

Di Turki, UU terkait penghinaan presiden berisi hukuman penjara antara 1-4 tahun.

Ribuan orang telah didakwa dan dijatuhi hukuman atas kejahatan menghina Erdogan dalam tujuh tahun sejak ia pindah jabatan dari perdana menteri menjadi presiden.

Data dari Kementerian Kehakiman menunjukkan, sejak 2014, ketika Erdogan menjadi presiden, sebanyak 160.169 investigasi diluncurkan, 35.507 kasus diajukan, dan 12.881 hukuman divonis karena menghina presiden.

Pada Oktober lalu, pengadilan hak asasi manusia tertinggi Eropa meminta Turki untuk mengubah UU tersebut setelah memutuskan bahwa penahanan seorang pria di bawah UU tersebut melanggar kebebasan berekspresi.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya