Berita

Pasukan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) di Tibet/Net

Dunia

Di Tibet, Kehadiran China Bagai "Taliban" Versi Komunis

MINGGU, 23 JANUARI 2022 | 06:44 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kehadiran China di Tibet yang terus merongrong hak asasi manusia di sana dinilai semakin parah. Bahkan seorang analis menyebut tindakan China di Tibet seperti Taliban di Afghanistan.

Dalam sebuah artikel yang dikutip ANI News, analis bernama Vijay Kranti menyebut otoritas China di Tibet sedang menunjukkan semangat Taliban.

Selama satu bulan terakhir, semua sekolah yang didirikan oleh komunitas lokal Tibet dan biara-biara di sana ditutup oleh otoritas.


"Sekolah-sekolah darurat ini dijalankan untuk memberikan pengajaran Bahasa Tibet kepada anak-anak setelah jam sekolah reguler. Di bawah perintah Beijing, semua siswa Tibet sekarang diwajibkan untuk belajar menggunakan Bahasa Mandarin sebagai satu-satunya bahasa," tulis Kranti.

Kranti juga menyebut pembongkaran patung Buddha di Provinsi Sichuan baru-baru ini serupa dengan penghancuran dua patung Buddha bersejarah di Bamiyan oleh Taliban pada 2001.

Pada pertengahan Desember 2021, pengerahan militer besar-besaran dilakukan di Drago, sebuah daerah mayoritas Tibet di Sichuan. Di wilayah tersebut, otoritas China setempat memprakarsai pembongkaran patung Buddha setinggi 99 kaki.

"Sekitar tiga minggu kemudian pada 6 Januari tahun ini, patung serupa lainnya juga dihancurkan oleh pihak berwenang China," lanjut Kranti.

Sementara itu, laporan tentang penangkapan lusinan biksu dan warga Tibet yang menentang penghancuran juga terus bermunculan.

Kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Dharamshala, Tibet Watch, mengatakan, kedua proyek patung Drago tersebut dilaksanakan oleh komunitas Tibet setelah mendapat persetujuan resmi dari otoritas China setempat.

Namun, setelah kunjungan Presiden Xi Jinping ke Tibet pada Juli tahun lalu, otoritas menyatakan bahwa ketinggian patung-patung itu melampaui batas yang dapat diterima. Mereka juga membatalkan izin sebelumnya untuk pembangunan dan memerintahkan pembongkarannya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya