Berita

Aktivis senior Hariman Siregar saat memperingati peristiwa Malari tahun 1974/Repro

Politik

Hariman Siregar: Demokrasi Terseok-seok, Pemerintahan Diisi Pedagang

SABTU, 15 JANUARI 2022 | 23:20 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kondisi demokrasi di tanah air dewasa bisa dikatakan sangat memprihatinkan. Bagiamana tidak, para pemilik modal yang dahulu berperan di belakang layar sekarang mulai terang-terangan duduk di posisi strategis pemerintahan.   

Demikian antara lain disampaikan pentolan aktivis Malari (Malapetaka Limabelas Januari) Hariman Siregar dalam sambutannya di peringatan
48 tahun peristiwa Malari, Sabtu (15/1). 

“Saya lihat ya makin hari mereka yang duduk ini bukan lagi orang-orang yang pemerintah ya, udah langsung pedagangnya, mereka memang betul-betul mengembalikan misalnya lisensi kredit dan segala macam itu hukum semua mereka atur itu," kata Hariman.

“Saya lihat ya makin hari mereka yang duduk ini bukan lagi orang-orang yang pemerintah ya, udah langsung pedagangnya, mereka memang betul-betul mengembalikan misalnya lisensi kredit dan segala macam itu hukum semua mereka atur itu," kata Hariman.

Atas dasar itu, aktivis senior ini menilai bahwa demokrasi di Indonesia mulai terkatung-katung alias tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya.  Padahal, salah satu esensi dari demokrasi itu adalah keadilan kesejahteraan rakyat.

"Demokrasi ini jalannya terseok-seok karena pasti ininya nggak akan bisa dilawan dasarnya itu kan demokrasi itu kan keadilan kesejahteraan ini harus bagaimana supaya keadilan itu jangan ada konsentrasi yang lebih pada seseorang, pasti ada lebihnya karena kalau semua samakan komunis, udah saya tolak juga. Tapi sudah terkonsentrasi semuanya itu yang pasti enggak ada keadilan demokrasi," tegasnya.

"Itu yang sedang terjadi pada kita," demikian Hariman.

Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh nasional antara lain Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur, Rizal Ramli, Aktivis Seniornya Bursah Zanubi, sejumlah purnawirawan TNI dan aktivis senior seperti Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, mahasiswa dan peserta yang lainnya.



Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

PBB Dorong Implementasi Segera Prinsip Bisnis Berbasis HAM di Indonesia

Kamis, 04 Juni 2026 | 02:05

Membongkar Praktik Haram MBG

Kamis, 04 Juni 2026 | 02:00

Indonesia Sedang Hadapi Perang Sumber Daya

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:34

Berantas Korupsi di BGN jadi Bukti Prabowo Jalankan Amanat Reformasi 98

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:28

Warga Tuntut Pengurus P3SRS Apartemen Taman Rasuna Diberhentikan

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:07

Pemuda Katolik Dukung Kejagung Bersih-bersih BGN

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:40

Ketua SC Muktamar X PPP Ngaku Borong Kamar Lantai 10 untuk Persidangan

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:17

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Dadan Hindayana Cs Terlalu Berani Korupsi!

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:02

Badko HMI Sultra Laporkan Dua Perusahaan Tambang ke Kejagung

Rabu, 03 Juni 2026 | 23:50

Selengkapnya