Berita

Nikaragua dan China menandatangani perjanjian BRI/Net

Dunia

Baru Cerai dari Taiwan, Nikaragua Sudah Teken Perjanjian Belt and Road Initiatives dengan China

RABU, 12 JANUARI 2022 | 07:57 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sebulan setelah berpindah haluan dari Taiwan ke China, Nikaragua meneken sejumlah perjanjian dengan Beijing, termasuk perihal megaproyek Belt and Road Initiatives (BRI).

Sejumlah perjanjian ditandatangani oleh perwakilan Nikaragua dan China di Managua pada Senin (10/1). Beberapa dokumen termasuk perjanjian konsultasi politik, kerjasama bilateral, nota kesepahaman BRI dan Kerjasama Maritim Abas 21, dan perjanjian bebas visa bagi paspor diplomatik dan urusan resmi.

Itu semua dilakukan menjelang pelantikan Daniel Ortega sebagai presiden untuk masa jabatannya yang keempat.


"Kami sangat mementingkan penguatan hubungan dengan negara-negara saudara. Oleh karena itu, kami menyambut baik keputusan pemerintahan Ortega untuk memperkuat kerjasama dengan negara kami," ujar wakil presiden Komite Tetap di Majelis Rakyat Nasional China (NPA), Cao Jianming, seperti dikutip TeleSUR.

Dikutip dari Xinhua, Ortega mengatakan kepada Cao bahwa Nikaragua telah mengikuti dengan cermat pencapaian Partai Komunis China selama satu abad terakhir, termasuk membangun masyarakat yang cukup makmur dalam segala hal, memberantas kemiskinan absolut, dan berhasil menyelenggarakan sidang pleno keenam Komite Sentral CPC ke-19.

Di sisi lain, Ortega memiliki Front Pembebasan Nasional Sandinista (FSLN) sosialis demokratis yang berusaha terus berkembang meskipun ada perlawanan dari Amerika Serikat (AS).

Bulan lalu, pemerintah Ortega mulai menjauh dari Washington, menarik diri dari Organisasi Negara-negara Amerika yang didominasi AS dan memutuskan hubungannya dengan Taiwan.

Pada 1 Januari, China membuka kedutaan barunya di Managua dan mengundang Nikaragua untuk berperan aktif dan bergabung dengan BRI sesegera mungkin.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya