Berita

Warga Afghanistan/Net

Dunia

PBB: Tanpa Bantuan, Rakyat Afghanistan Tidak Punya Masa Depan

SELASA, 11 JANUARI 2022 | 17:36 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Dunia tidak boleh menutup pintu untuk rakyat Afghanistan yang menghadapi bencana kemanusiaan, khususnya sejak Taliban mengambil alih kekuasaan.

Koordinator Urusan Kemanusiaan dan Bantuan Darurat Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Martin Griffiths menyebut rakyat Afghanistan membutuhkan hampir 5 miliar dolar AS pada 2022 untuk menangani krisis kemanusiaan.

Sebanyak 4,4 miliar dolar AS ditujukan untuk rakyat Afghanistan di dalam negeri, sementara 623 juta dolar AS ditujukan untuk warga Afghanistan di luar negara tersebut yang banyak mengungsi.


Lebih dari setengah populasi, sekitar 22 juta orang, menghadapi kelaparan akut. Sementara 5,7 juta pengungsi Afghanistan di lima negara tetangga membutuhkan bantuan.

“Bencana kemanusiaan besar-besaran membayangi. Pesan saya mendesak: jangan tutup pintu bagi orang-orang Afghanistan. Bantu kami meningkatkan dan mencegah meluasnya kelaparan, penyakit, kekurangan gizi, dan akhirnya kematian,” kata Griffiths pada Selasa (11/1), seperti dikutip Al Jazeera.

Ia mengatakan, tanpa adanya bantuan, tidak akan ada masa depan bagi rakyat Afghanistan.

Griffiths mengatakan, dana bantuan akan digunakan untuk meningkatkan pengiriman makanan dan dukungan pertanian, layanan kesehatan, perawatan kekurangan gizi, tempat penampungan darurat, akses ke air dan sanitasi, perlindungan dan pendidikan.

Uang itu akan diberikan kepada 160 LSM ditambah badan-badan PBB yang memberikan bantuan. Beberapa akan digunakan untuk membayar pekerja garda depan, seperti tenaga kesehatan.

Meski begitu, dana tidak akan disalurkan melalui Taliban.

Sejak Taliban berkuasa pada Agustus lalu, Afghanistan telah jatuh ke dalam kekacauan keuangan, dengan inflasi dan pengangguran melonjak. Itu diperparah dengan langkah AS yang membekukan miliaran dolar aset milik Afghanistan.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya