Berita

Pembicaraan untuk menghidupkan kesepakatan nuklir Iran di Wina, Austria/Net

Dunia

AS dan Iran Sama-sama Butuh JCPOA, Kesepakatan di Depan Mata?

SELASA, 11 JANUARI 2022 | 14:20 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kesepakatan nuklir Iran atau Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) yang mati suri selama beberapa tahun terakhir akan segera dihidupkan kembali.

Sejak pekan lalu, Iran dan negara-negara yang masuk dalam kesepakatan kembali ke meja perundingan di Wina, Austria untuk menyegel perjanjian seputar program nuklir Teheran.

Sejumlah sumber menyebut waktu untuk menghidupkan JCPOA semakin hari semakin tipis.


Pakar Iran yang berbasis di Damaskus, Taleb Ibrahim, mengatakan, kesepakatan kemungkinan dicapai pada akhir Februari atau awal Maret. Ia menyebut, baik Iran maupun Amerika Serikat (AS), tidak memiliki pilihan lain selain mencapai kesepakatan.

"Keinginan keduanya, AS dan Iran, adalah untuk mencapai kesepakatan. Tidak ada yang mau bertanggung jawab atas kegagalan putaran pembicaraan ini," ujar Ibrahim, seperti dikutip Sputnik.

Bagi Washington, kesepakatan dengan Iran diperlukan sebagai sarana untuk menekan saingannya China, yang bergantung pada Iran untuk energi.

Setelah Donald Trump menarik AS dari kesepakatan pada 2018, Washington telah menjatuhkan banyak sanksi kepada Iran. Namun pemerintahan Joe Biden tampaknya tidak tertarik untuk membuka front perlawanan terhadap Iran.

Sebaliknya, Iran juga tidak tertarik dengan konfrontasi militer. Teheran menderita beban berat sanksi Barat yang telah melumpuhkan ekonominya, dan tertarik untuk mencapai kesepakatan untuk mencabutnya.

"Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei adalah orang yang sangat berpengalaman, realistis, dan pragmatis. Dia ingin kesepakatan itu terjadi tetapi dia juga ingin menjaga martabat dan kekuatan Iran," pungkasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Pencarian Korban KMP Virgo Transport 8 Teradang Gelombang Tinggi Capai 2,5 Meter

Minggu, 13 September 2026 | 18:04

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Polisi Update Temuan Barang Diduga Milik Kapal Pengangkut 5 Jurnalis

Minggu, 13 September 2026 | 17:16

Prabowo Ungkap Transformasi Pangan Indonesia di Hadapan Pemimpin BRICS

Minggu, 13 September 2026 | 17:02

Aspekpir Puji Komitmen PTPN IV PalmCo Majukan Petani Mitra

Minggu, 13 September 2026 | 16:50

Prabowo Ajak BRICS Ubah Kerentanan Jadi Kekuatan untuk Pertumbuhan Global

Minggu, 13 September 2026 | 16:49

BNI Perkuat Ekosistem Industri Kecantikan Lewat BSF 2026

Minggu, 13 September 2026 | 16:46

Kerugian Bisnis Tak Otomatis jadi Tindak Pidana

Minggu, 13 September 2026 | 16:27

Dua Armada Pos Indonesia Ikut Tenggelam Bersama KMP Virgo

Minggu, 13 September 2026 | 16:21

Kapal Pertamina Bantu Selamatkan 16 Korban Virgo Transport 08 di Laut Jawa

Minggu, 13 September 2026 | 16:02

Selengkapnya