Berita

Presiden AS Joe Biden/Net

Dunia

Di Tengah Pembicaraan AS-Rusia, Biden Teken Bantuan Keamanan Tambahan Rp 2,9 Triliun ke Ukraina

SELASA, 11 JANUARI 2022 | 12:43 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS) diam-diam menggelontorkan 200 juta dolar AS atau Rp 2,9 triliun sebagai bantuan keamanan tambahan ke Ukraina pada akhir tahun lalu.

Berdasarkan laporan dari CNN, Presiden Joe Biden telah menyetujui dana tersebut secara diam-diam pada akhir Desember, di tengah upaya untuk meredakan ketegangan antara Ukraina dan Rusia.

Mengutip empat sumber, sebagian besar dari paket bantuan tersebut diberikan dalam bentuk peralatan militer seperti senjata ringan, amunisi, radio pengaman, dan peralatan medis.


Keputusan tersebut diinformasikan kepada Kongres pada awal Januari 2021, tetapi belum diumbar ke publik.

Menurut dua sumber di Kongres, pemerintahan Biden berusaha untuk menyembunyikan paket bantuan keamanan tersebut menjelang pertemuan antara AS dan Rusia di Jenewa pada pekan ini.

Setelah pembicaraan tersebut, Dewan Rusia dan NATO juga akan bertemu di Brussel untuk membahas ketegangan antara Rusia dan Ukraina pada Rabu (12/1).

Ketegangan antara Rusia dan Ukraina dipicu dengan laporan Moskow mengerahkan pasukannya di dekat perbatasannya dengan Ukraina. Kyiv kemudian mengklaim Rusia akan melakukan serangan, yang disanggah oleh Kremlin.

Rusia menyebut pengerahan pasukan merupakan haknya selama berada di wilayah negara. Sementara negara-negara Barat, khususnya NATO, menyatukan kekuatan untuk membantu Ukraina melawan Rusia.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya