Berita

Gedung Parlemen Kazakhstan jadi bulan-bulanan massa/Net

Dunia

Ada Serangan Teroris Hibrida di Kazakhstan, Bertujuan Melakukan Kudeta

SENIN, 10 JANUARI 2022 | 13:04 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kekacauan yang terjadi di Kazakhstan merupakan serangan teroris hibrida yang dilakukan dengan partisipasi kekuatan internal dan eksternal demi menggulingkan pemerintah.

Sekretaris Negara Republik Kazakhstan Erlan Karin mengatakan ada konspirasi dari kekuatan internal dan eksternal, selain kelompok teroris. Ia juga mencurigai adanya serangan informasi yang digunakan.

"Kami menghadapi serangan teroris hibrida di Kazakhstan dengan tujuan destabilisasi dan kudeta," ujar Karin, seperti dikutip dari Khabar24, Senin (10/1).


Karin menegaskan, kekacauan yang terjadi di Kazakhstan bukanlah "revolusi warna", sebuah gerakan yang berkembang di negara bekas Uni Soviet. Ia mengatakan, skenario tersebut tidak akan efektif di Kazakhstan.

"Negara kita bertahan. Berkat upaya kontingen penjaga perdamaian, dimungkinkan untuk memusatkan pasukan kami untuk melakukan operasi kontrateroris langsung. Ini memungkinkan untuk melindungi integritas negara," jelasnya.

Menurut Komite Keamanan Nasional, ada dua sel ekstremis, yang anggotanya ikut andil dalam kerusuhan, telah dinetralisir di Kota Almaty.

Kekacauan di Kazakhstan terjadi di tengah aksi protes besar-besaran di seluruh negeri yang dipicu kenaikan harga gas LPG. Kerusuhan membuat pemerintah mendeklarasikan keadaan darurat hingga 19 Januari.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya