Berita

China mengembangkan senjata nuklir dengan pesat/Net

Dunia

Senjata Nuklir Berlipat Ganda, Apakah China Masih Memegang Teguh "No First Use"?

JUMAT, 07 JANUARI 2022 | 16:50 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

China dilaporkan sedang memperluas persenjataan nuklirnya dengan cepat, menimbulkan perdebatan dan kekhawatiran bagi Amerika Serikat (AS).

Dari laporan The National Interest, foto-foto satelit yang diambil pada 2021 menunjukkan Beijing memperluas persenjataan nuklirnya secara dramatis.

Pada Oktober lalu, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China juga telah menguji sistem pengiriman nuklir berbasis ruang angkasa. Mereka juga mengisyaratkan sedang mengerjakan lebih banyak senjata untuk melawan sistem pertahanan rudal milik AS.


Pesatnya perkembangan senjata nuklir China dapat membalikan fakta historis yang menunjukkan bahwa Beijing selalu mempertahankan persenjataan nuklir yang jauh lebih kecil daripada Rusia atau AS.

China menyebut persenjataan nuklir merupakan pencegahan minimum yang berarti hanya memiliki cukup nuklir untuk memastikan serangan balasan.

Beijing juga menerapkan kebijakan "No First Use", yang berarti tidak akan menggunakan senjata nuklir untuk menyerang, kecuali serangan balasan.

Menurut Departemen Pertahanan AS, China diperkirakan memiliki sekitar 200 hulu ledak nuklir pada 2020. Namun diyakini jumlahnya saat ini berlipat ganda. Bahkan Bulletin of the Atomic Scientists menyebut ada sekitar 350 hulu ledak nuklir yang dimiliki China saat ini.

“Percepatan ekspansi nuklir Republik Rakyat China dapat memungkinkan China untuk memiliki hingga 700 hulu ledak nuklir yang dapat dikirim pada tahun 2027,” kata laporan The National Interest.

China juga kemungkinan bermaksud memiliki setidaknya 1.000 hulu ledak pada 2030, melebihi kecepatan dan ukuran yang diproyeksikan Departemen Pertahanan pada 2030.

Sementara itu, AS memiliki 1.550 bom nuklir aktif, dan banyak lagi cadangan.

Keyakinan bahwa China mengembangkan senjata nuklir dengan pesat juga terlihat dari citra satelit yang menunjukkan 300 silo sedang dibangun di berbagai daerah terpencil di China.

Ratusan silo itu tersebar di Provinsi Gansu (120 silo), Provinsi Xinjiang (110 silo), dan Mongolia Dalam (80 silo).

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Pencarian Korban KMP Virgo Transport 8 Teradang Gelombang Tinggi Capai 2,5 Meter

Minggu, 13 September 2026 | 18:04

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Polisi Update Temuan Barang Diduga Milik Kapal Pengangkut 5 Jurnalis

Minggu, 13 September 2026 | 17:16

Prabowo Ungkap Transformasi Pangan Indonesia di Hadapan Pemimpin BRICS

Minggu, 13 September 2026 | 17:02

Aspekpir Puji Komitmen PTPN IV PalmCo Majukan Petani Mitra

Minggu, 13 September 2026 | 16:50

Prabowo Ajak BRICS Ubah Kerentanan Jadi Kekuatan untuk Pertumbuhan Global

Minggu, 13 September 2026 | 16:49

BNI Perkuat Ekosistem Industri Kecantikan Lewat BSF 2026

Minggu, 13 September 2026 | 16:46

Kerugian Bisnis Tak Otomatis jadi Tindak Pidana

Minggu, 13 September 2026 | 16:27

Dua Armada Pos Indonesia Ikut Tenggelam Bersama KMP Virgo

Minggu, 13 September 2026 | 16:21

Kapal Pertamina Bantu Selamatkan 16 Korban Virgo Transport 08 di Laut Jawa

Minggu, 13 September 2026 | 16:02

Selengkapnya