Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Puncak Kasus Covid Omicron Singapura Jumlahnya Lebih Tinggi dari Varian Delta

KAMIS, 06 JANUARI 2022 | 07:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kasus Covid-19 varian Omicron diperkirakan akan menciptakan gelombang infeksi yang lebih besar dibanding Delta.

Kementerian Kesehatan Singapura pada Rabu (5/1) waktu setempat mengatakan, selama sepekan terakhir, negara itu telah mendeteksi 1.281 kasus Omicron, yang terdiri dari 1.048 orang yang berasal dari luar negeri dan 233 kasus lokal. Jumlahnya mencapai sekitar 18 persen dari total infeksi dalam minggu lalu.
"Varian Delta mencapai puncak sekitar 5.000 kasus dalam sehari, sementara Omicron bisa jauh melebihi ini dan menyebabkan sebanyak 10.000-15.000 kasus dalam skenario terburuk," kata Kenneth Mak, direktur layanan medis Kementerian Kesehatan, seperti dikutip dari Bangkok Post, Kamis (6/1).

Pihak berwenang mengatakan pada hari Rabu bahwa saat ini situasi Covid-19 tetap terkendali dan mereka akan mempertahankan aturan Covid-19 saat ini, seperti membatasi pertemuan sosial hingga lima orang selama periode Tahun Baru Imlek, yang akan berlangsung sekitar satu bulan ke depan.

Pihak berwenang mengatakan pada hari Rabu bahwa saat ini situasi Covid-19 tetap terkendali dan mereka akan mempertahankan aturan Covid-19 saat ini, seperti membatasi pertemuan sosial hingga lima orang selama periode Tahun Baru Imlek, yang akan berlangsung sekitar satu bulan ke depan.

Sebagai upaya pencegahan yang semakin luas, Kemenkes Singapura pada Rabu juga menekankan pentingnya dosis booster bagi orang dewasa.

"Mulai 14 Februari, orang yang memenuhi syarat berusia 18 tahun ke atas harus menerima dosis booster selambat-lambatnya 270 hari setelah dosis terakhir dalam seri vaksinasi primer untuk terus dianggap divaksinasi penuh," kata kementerian itu.

Saat ini negara berpenduduk 5,5 juta orang itu hanya mengizinkan mereka yang dianggap telah divaksinasi lengkap untuk memasuki mal atau makan di restoran atau di kios jajanan.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya