Berita

Pasukan keamanan di Myanmar berhadap-hadapan dengan warga sipil/Net

Dunia

Ada Krisis Politik hingga Kemanusiaan, Myanmar Punya Semua Pemicu Perang Saudara

RABU, 05 JANUARI 2022 | 14:44 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Situasi keamanan di Myanmar saat ini memiliki potensi yang mengarah ke perang saudara.

Begitu peringatan yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Kamboja Prak Sokhonn, menjelang kunjungan Perdana Menteri Hun Sen ke Myanmar.

Hun Sen dijadwalkan untuk mengunjungi Myanmar pada Jumat (7/1) dan Sabtu (8/1), lantaran Kamboja menjabat sebagai Ketua ASEAN untuk tahun 2022.


"Krisis politik dan keamanan di Myanmar semakin dalam, dan telah menyebabkan (suatu) krisis ekonomi, kesehatan, dan kemanusiaan. Kami merasa bahwa semua yang dibutuhkan untuk perang saudara saat ini ada di atas meja," ujar Prak Sokhonn, seperti dikutip AFP.

Selain itu, ia juga menggarisbawahi adanya dua pemerintahan di Myanmar, termasuk beberapa angkatan bersenjata dan gerakan pembangkangan sipil.

Meski begitu, Prak Sokhonn sendiri menolak anggapan bahwa kunjungan Hun Sen mengartikan Kamboja melegitimasi junta. Alih-alih, ia menegaskan, perhatian utama Kamboja adalah memperbaiki situasi di Myanmar.

Menurutnya, kunjungan Hun Sen bertujuan untuk membuka jalan bagi kemajuan, dengan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk dialog inklusif dan kepercayaan politik di antara semua pihak yang terkait.

"Upaya akan tetap fokus pada peta jalan perdamaian dan konsensus lima poin yang disepakati oleh para pemimpin ASEAN tahun lalu," ujarnya.

Myanmar berada dalam krisis sejak kudeta militer menggulingkan pemerintahan Aung San Suu Kyi pada tahun lalu. Sebanyak 1.400 orang meninggal dunia dalam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pasukan keamanan.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Pencarian Korban KMP Virgo Transport 8 Teradang Gelombang Tinggi Capai 2,5 Meter

Minggu, 13 September 2026 | 18:04

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Polisi Update Temuan Barang Diduga Milik Kapal Pengangkut 5 Jurnalis

Minggu, 13 September 2026 | 17:16

Prabowo Ungkap Transformasi Pangan Indonesia di Hadapan Pemimpin BRICS

Minggu, 13 September 2026 | 17:02

Aspekpir Puji Komitmen PTPN IV PalmCo Majukan Petani Mitra

Minggu, 13 September 2026 | 16:50

Prabowo Ajak BRICS Ubah Kerentanan Jadi Kekuatan untuk Pertumbuhan Global

Minggu, 13 September 2026 | 16:49

BNI Perkuat Ekosistem Industri Kecantikan Lewat BSF 2026

Minggu, 13 September 2026 | 16:46

Kerugian Bisnis Tak Otomatis jadi Tindak Pidana

Minggu, 13 September 2026 | 16:27

Dua Armada Pos Indonesia Ikut Tenggelam Bersama KMP Virgo

Minggu, 13 September 2026 | 16:21

Kapal Pertamina Bantu Selamatkan 16 Korban Virgo Transport 08 di Laut Jawa

Minggu, 13 September 2026 | 16:02

Selengkapnya