Berita

Tesla/Net

Dunia

Tesla Buka Showroom di Xinjiang, Gedung Putih: Swasta Harusnya Ikut Menentang Genosida Uighur

RABU, 05 JANUARI 2022 | 11:56 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Gedung Putih akhirnya buka suara perihal langkah produsen kendaraan listrik Tesla yang membuka showroom di wilayah Xinjiang, China.

Dalam konferensi pers pada Selasa (4/1), Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan, Tesla telah gagal mengatasi kerja paksa dan pelanggaran hak asasi manusia terhadap minoritas Uighur di Xinjiang.

Psaki bahkan menyebut perusahaan yang digawangi oleh orang terkaya di dunia, Elon Musk, itu terancam menghadapi risiko hukum, reputasi, dan pelanggaran yang serius, baik di Amerika Serikat (AS) maupun secara internasional.


"Saya tidak dapat berbicara tentang situasi spesifik satu perusahaan, tetapi sebagai masalah umum, kami percaya sektor swasta harus menentang pelanggaran HAM dan genosida RRC di Xinjiang," ujar Psaki, seperti dikutip ANI News.

Baru-baru ini, AS telah meningkatkan kampanyenya melawan China karena menindas minoritas Muslim di Xinjiang. Pemerintahan Presiden Joe juga telah memutuskan boikot diplomatik terhadap Olimpiade Musim Dingin Beijing yang akan dimulai bulan depan sebagai protes atas pelanggaran HAM oleh China.

Akhir tahun lalu, Biden juga telah menandatangani UU yang melarang semua impor dari Xinjiang karena kekhawatiran atas penggunaan kerja paksa di sana.

"Masyarakat internasional, termasuk sektor publik dan swasta, tidak dapat berpaling dari apa yang terjadi di Xinjiang," tekannya.

Menurut laporan media, Tesla mengatakan telah memulai operasi di showroom di Urumqi, ibukota Xinjiang. Langkah tersebut menuai kecaman publik.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya