Berita

Presiden Kazakhstan Qasym Jomart Tokayev/Net

Dunia

Di Tengah Protes Massal, Pemerintah Kazakhstan Membubarkan Diri

RABU, 05 JANUARI 2022 | 10:06 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah Kazakhstan mengumumkan untuk membubarkan diri di tengah aksi protes massal yang memicu deklarasi keadaan darurat.

TRT World melaporkan, Presiden Kazakhstan Qasym Jomart Tokayev menerima pengunduran diri pemerintahan Perdana Menteri Askar Mamin pada Rabu (5/1).

"Sesuai dengan Pasal 70 Konstitusi Republik Kazakhstan, saya memutuskan untuk menerima pengunduran diri pemerintah Republik Kazakhstan," demikian bunyi dekrit presiden.


Setelah protes besar-besaran yang dipicu kenaikan bahan bakar minyak dan gas, Tokayev memberlakukan keadaan darurat di kota Almaty dan wilayah barat.

Almaty, yang merupakan ibukota keuangan Kazakhstan, berada dalam kekacauan sejak Selasa malam (4/1), ketika polisi menembakkan gas air mata dan granat kejut untuk memadamkan kerusuhan yang dimulai di barat negara itu karena lonjakan harga lokal untuk Liquified Petroleum Gas (LPG).

Setelah kepergian pemerintahan Mamin, Tokayev mengatakan Smailov Alikhan Askhanovich akan menjadi perdana menteri sementara negara itu.

Anggota pemerintahan saat ini akan terus memenuhi pekerjaan mereka sampai pemerintahan baru terbentuk.

Pada Selasa malam, pemerintah mengumumkan telah memulihkan batas harga minyak menjadi 50 tenge per liter, atau kurang dari setengah harga pasar, di Provinsi Mangistau.

Setelah harga bahan bakar melonjak, unjuk rasa yang melibatkan ribuan orang meletus pada 2 Januari di Kota Zhanaozen, pusat minyak dan lokasi bentrokan mematikan antara pengunjuk rasa dan polisi satu dekade lalu.

Demonstrasi menyebar ke bagian lain di sekitar provinsi Mangistau dan Kazakhstan barat, termasuk pusat provinsi Aktau dan kamp pekerja yang digunakan oleh sub-kontraktor produsen minyak terbesar Kazakhstan, Tengizchevroil.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Produk Impor Masuk Indonesia Wajib Sehat dan Halal

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:14

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Jemaah Haji Aceh Bisa Akses Ruang VIP Bandara

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:28

Ashari Menghilang, Belum Ditangkap Polisi

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:16

Ambulans Angkut Jenazah Hantam Truk, Dua Orang Tewas

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:00

BPJPH dan Barantin Perkuat Pengawasan Pakan Impor Berunsur Porcine

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:33

Purbaya Siapkan Insentif Mobil dan Motor Listrik

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:24

Rumah di Grogol Petamburan Dilalap Api

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:01

Penyelundupan 2,1 Kg Ganja dari Papua Nugini Digagalkan

Senin, 04 Mei 2026 | 23:35

Tiga Jam Operasional KRL Rangkasbitung Lumpuh

Senin, 04 Mei 2026 | 23:20

Selengkapnya