Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Desak AS dan Rusia Kurangi Persediaan, China Tetap Bertekad Memodernisasi Persenjataan Nuklirnya

SELASA, 04 JANUARI 2022 | 17:35 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sebagai implementasi dari pernyataan bersama untuk menghindari perang nuklir yang disepakati lima negara termasuk Amerika Serikat, Rusia, Inggris dan Prancis, China telah meminta agar Moskow dan Washington untuk mengurangi persediaan nuklir mereka.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Departemen Pengendalian Senjata di Kementerian Luar Negeri China, Fu Cong, pada Selasa (4/1), sehari setelah kesepakatan itu ditandatangani.

Ia mengatakan Rusia dan Amerika Serikat yang sejauh ini kekuatan nuklir terbesar di dunia harus membuat langkah pertama pada perlucutan senjata, sementara mengatakan China akan terus memodernisasi sistem persenjataan nuklir mereka.


“AS dan Rusia masih memiliki 90 persen hulu ledak nuklir di Bumi,” kata Fu, seperti dikutip dari CAN.

“Mereka harus mengurangi persenjataan nuklir mereka dengan cara yang tidak dapat diubah dan mengikat secara hukum,” ujarnya.

Fu juga menepis klaim AS bahwa China meningkatkan kemampuan nuklirnya secara signifikan.

“China selalu mengadopsi kebijakan tanpa penggunaan pertama dan kami mempertahankan kemampuan nuklir kami pada tingkat minimal yang diperlukan untuk keamanan nasional kami,” katanya.

Ia mengatakan tujuan Beijing memodernisasi persenjataan nuklirnya bertujuan untuk keselamatan.

Fu juga menepis spekulasi tentang kemungkinan penyebaran senjata nuklir di dekat Selat Taiwan.

“Senjata nuklir adalah pencegah utama, itu bukan untuk perang atau pertempuran,” katanya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Febrie Adriansyah Resmi Ajukan Gugatan Praperadilan ke PN Jaksel

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:27

Menko Polkam: Aktivitas Masyarakat Tetap Normal, Pasar dan Mal Ramai

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:26

Gelombang Reshuffle Berlanjut, Zelensky Pecat Dubes Ukraina untuk AS

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:22

Harga Garam Brebes Anjlok saat Panen Raya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:16

Kelakuan SPPG di Ketapang: Rumah Wartawan Dikepung, Istrinya Diintimidasi

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:02

Situasi di Dalam Negeri Sangat-sangat Mantap

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:52

Laba Tergerus, Saham Lufthansa Anjlok 8 Persen

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:51

Kepemilikan Aset Tak Wajar Jadi Indikator Awal Pencucian Uang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:40

Api Membakar Lahan, Seorang Ayah Tak Pernah Pulang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:31

Koperasi Merah Putih Dinilai Jadi Penentu Implementasi Pasal 33 UUD 1945

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya