Berita

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo memutuskan untuk memperpanjang status pandemi Covid-19/Net

Publika

Pelupuk Fajar Harapan di 2022 (?)

SENIN, 03 JANUARI 2022 | 13:54 WIB | OLEH: YUDHI HERTANTO

STATUS pandemi masih diperpanjang. Temuan varian baru menjadi persoalan baru. Seolah tak kunjung selesai. Ekonomi yang berkeliaran membutuhkan mobilitas. Problematika yang tidak mudah masih menghantui.

Publik yang mulai percaya diri karena vaksinasi, namun patut waspada. Hidup kita di tahun ini jelas tidak semeriah kisah perselingkuhan dalam serial drama Layangan Putus. Sekilas justru nampak serupa dengan alur film Don't Look Up.

Bahwa semesta kehidupan kita, dipenuhi dengan kisah pertautan kepentingan kelompok, yang berupaya mempertahankan kekuasaan dengan segala daya, termasuk mengesampingkan fakta ilmu pengetahuan yang sudah terbuka.


Tulisan ini jelas bukan resensi film ataupun sinopsis drama, melainkan kajian reflektif yang perlu dipertajam untuk menemukan arah dan tujuan kita di tahun dengan shio macan ini, bukan pula kalkulasi dengan pendekatan astrologi.

Menariknya, National Geographic (1/2022) menebalkan fokus tema di 2021 yang terkait pada tiga hal besar, (i) pandemi masih terus menjadi momok peradaban manusia modern, (ii) perubahan iklim sebagai potensi persoalan di masa akan datang, (iii) konflik sosial mengemuka.

Pada tingkat internasional keseluruhan persoalan tersebut hadir melalui berbagai bentuk derivatif. Pandemi menghadirkan sisi ketimpangan, memicu friksi ketegangan sosial, diperparah situasinya akibat ancaman perubahan iklim.

Sementara di level nasional, pandemi menjadi sebuah frasa yang senada dengan kegelisahan bagi kelompok rentan. Di sisi lain, sebagian pihak sibuk berhitung kuasa jelang tahun pemilihan. Tidak ada yang terlalu dini dalam politik.

Bagaimanapun di tengah gejolak hidup yang layaknya roller coaster di 2021, kita semakin tangguh untuk berhadapan dengan perubahan yang mendadak. Pandemi adalah tahun pelajaran, meski tidak selamanya manis terasa.

Di permulaan 2022, kita memupuk harapan dan semangat untuk bangkit, keluar dari situasi keterpurukan, kembali pulih. Termasuk pulih dalam frame kehidupan sosial, di tengah senyapnya rasa keadilan dan nurani kebenaran.

Para elite harus mengasah sensitivitas kemanusiaan, melihat publik bukan hanya sebagai objek perhitungan suara, melainkan menjadi subjek merdeka, sesama warga bangsa.

Kita mafhum bila aktor politik memainkan peran besar dalam pengambilan kebijakan publik, tidak seharusnya mengabaikan suara publik demi kepentingan dirinya. Meski hal itu nampak muskil.

Sebagaimana cerpen, Pelajaran Pertama Bagi Calon Politisi, Kuntowijoyo, 2003, "...politik memang tentang menang-kalah, timbul-tenggelam, datang-pergi".

Kecurangan, kebohongan adalah balutan yang sempurna pada realitas politik kekinian, tapi disitulah wajah kemanusiaan kita dipertaruhkan. Sekali lagi, selamat mengawali babak baru.

Penulis sedang menempuh Program Doktoral Ilmu Komunikasi Universitas Sahid

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya