Berita

Kabakaran gedung parlemen di Cape Town, Afrika Selatan/Net

Dunia

Oposisi Afsel: Kebakaran Gedung Parlemen Disengaja untuk Hancurkan Bukti Korupsi Pemerintah

SENIN, 03 JANUARI 2022 | 12:01 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kobaran api yang melahap gedung parlemen Afrika Selatan di Cape Town disebut-sebut dilakukan dengan sengaja oleh pemerintah untuk menghilangkan bukti korupsi.

Pemimpin oposisi Afrika Selatan di Kongres Rakyat, Willie Madisha mengatakan, kebakaran tersebut didalangi oleh pemerintahan Presiden Cyril Ramaphosa.

"Saya menduga di sana ada bukti korupsi pemerintah. Menurut saya, pemerintah yang dipimpin oleh Ramaphosa dan para menterinya serta orang-orang yang ditempatkan di sana sendiri yang mungkin ingin informasi ini dihancurkan," ujarnya kepada Sputnik, Senin (3/1).


Madisha yang berada di Majelis Nasional mengaku terkejut dengan kebakaran yang terjadi pada Minggu pagi (2/1) karena keamanan di kompleks gedung parlemen sangat ketat.

Ia juga curiga lantaran tempat-tempat seperti itu rentan terhadap kecelakaan setiap kali ada masalah serius yang diangkat.

Pada 2018, sebuah komisi dibentuk untuk menyelidiki dugaan korupsi dan penipuan di sektor publik. Komisi tersebut telah menyerahkan temuannya kepada Ramaphosa pada akhir Desember dan akan mengumumkan sebagian dari laporannya kepada publik pada Selasa (4/1).

Menurut keterangan Madisha, terdapat salinan dari laporan komisi yang disimpan di gedung parlemen. Ia juga mengaku tidak bisa mendapatkan akses kantornya untuk informasi tersebut.

Hingga saat ini, penyebab kebakaran belum diketahui. Namun polisi telah menangkap seorang tersangka.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Produk Impor Masuk Indonesia Wajib Sehat dan Halal

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:14

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Jemaah Haji Aceh Bisa Akses Ruang VIP Bandara

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:28

Ashari Menghilang, Belum Ditangkap Polisi

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:16

Ambulans Angkut Jenazah Hantam Truk, Dua Orang Tewas

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:00

BPJPH dan Barantin Perkuat Pengawasan Pakan Impor Berunsur Porcine

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:33

Purbaya Siapkan Insentif Mobil dan Motor Listrik

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:24

Rumah di Grogol Petamburan Dilalap Api

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:01

Penyelundupan 2,1 Kg Ganja dari Papua Nugini Digagalkan

Senin, 04 Mei 2026 | 23:35

Tiga Jam Operasional KRL Rangkasbitung Lumpuh

Senin, 04 Mei 2026 | 23:20

Selengkapnya