Berita

Mayor Jenderal Qasem Soleimani/Net

Dunia

Haul ke-2 Mayjen Soleimani, Iran Tak Henti Kejar Pertanggungjawaban Gedung Putih

SENIN, 03 JANUARI 2022 | 09:15 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Dua tahun berlalu, hari ini Iran kembali memperingati gugurnya Komandan Brigade Quds Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC), Mayor Jenderal Qasem Soleimani, dalam serangan udara Amerika Serikat (AS) di Irak pada 3 Januari 2020.

Lewat pernyataan haul ke-2 Soleimani yang diterima redaksi pada Senin (3/1), Kedutaan Besar Iran di Jakarta sekali lagi mengecam tindakan AS sebagai "serangan teroris".

"Tidak diragukan lagi bahwa tindakan kriminal AS dalam membunuh Mayjen Soleimani adalah contoh nyata dari sebuah serangan teroris yang direncanakan dan dilakukan secara terorganisir oleh pemerintah AS saat ini, dan sekarang Gedung Putih harus bertanggung jawab untuk itu," ujar kedutaan.


"Menurut hukum dan peraturan internasional, pemerintah AS memiliki tanggung jawab internasional yang pasti atas kejahatan ini," tekan mereka.

Kedutaan mengatakan, Kementerian Luar Negeri Iran dan seluruh lembaga terkait di Iran telah melakukan serangkaian tindakan untuk membawa para pelaku pembunuhan Soleimani ke meja pengadilan.

"Iran akan terus menindaklanjuti hal ini hingga hasil akhir tercapai dan keadilan ditegakkan," tegas kedutaan.

Kedutaan mengurai, pemerintah Iran telah mengambil berbagai langkah setelah kematian Soleimani.

Iran telah mendaftarkan posisi hukum atas serangan tersebut di berbagai forum internasional, terutama Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK PBB). Itu dilakukan agar ada kebijakan dan tindak lanjut demi mencegah tindakan permusuhan serupa.

Iran juga telah berupaya mencegah penyalahgunaan kemampuan dan kewenangan organisasi internasional oleh AS.

Sebuah komite investigasi bersama antara Iran dan Irak dibentuk untuk menindaklanjuti serangan hingga para pelaku diadili.

Di sisi lain, pemerintah Iran telah menjatuhkan sanksi kepada para pelaku dan dalang pembunuhan Soleimani, sesuai dengan perundang-undangan.

"Ideologi Mayjen Soleimani adalah ideologi perlawanan terhadap kedzaliman dan kesadaran terhadap situasi dan perkembangan. Maka di mana pun AS dan sekutunya pergi dan melakukan kedzaliman, maka mereka akan berhadapan dengan ideologi Mayjen Soleimani melalui para pemuda-pemudi yang cinta perdamaian dan siap melawan berbagai bentuk kedzaliman, penyerangan, dan pendudukan," tutur kedutaan.

Serangan terhadap Soleimani terjadi ketika ia bersama rombongannya mengunjungi Irak. Menyebut Soleimani sebagai "panglima perang melawan terorisme internasional", Iran kemudian menanggapi serangan AS dengan menargetkan pangkalan mereka di Ayn al-Asad, Irak.

Menurut kedutaan, hal itu berhasil mengubah keadaan dan menyebabkan kegagalan strategi AS di Timur Tengah. Terbukti dengan penarikan pasukan AS dari Afghanistan yang merupakan awal proses penarikan seluruh pasukan AS dari Irak dan Timur Tengah.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya