Berita

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto/Net

Politik

Berhasil Tangani Tugas Jokowi, Airlangga Hartarto jadi Tokoh Diinginkan Publik di Pilpres 2024

MINGGU, 02 JANUARI 2022 | 15:47 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar, Airlangga Hartarto menjadi tokoh yang diinginkan publik menjadi pemimpin Indonesia pasca Presiden Joko Widodo pada 2024 mendatang.

Hal itu merupakan hasil survei yang dilakukan oleh lembaga Panel Survei Indonesia (PSI).

Temuan Lembaga PSI didasarkan pada aspek kepemimpinan pasca Presiden Joko Widodo pada tahun 2024-2029 yaitu aspek ekonomi, pemerintahan yang bersih dan stabilitas politik dan keamanan.

"Maka Airlangga Hartarto sebagai tokoh yang diinginkan dan dipilih," ujar Direktur Eksekutif PSI, Andri Gunawan dalam keterangannya yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (2/1).

Airlangga Hartarto kata Andri, memperoleh tingkat elektabilitas sebesar 18,3 persen dengan disusul oleh Prabowo Subianto di posisi kedua dengan elektabilitas sebesar 16,2 persen. Selanjutnya di posisi ketiga adalah, Ganjar Pranowo sebesar 14,4 persen.

Kemudian, tokoh selanjutnya memiliki elektabilitas di bawah 6 persen. Yaitu, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di posisi keempat dengan elektabilitas 5,9 persen, Sri Mulyani 5,4 persen, Anies Baswedan 3,3 persen, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin 3,2 persen, Puan Maharani 3,2 persen, Moeldoko 3,1 persen, Sandiaga Uno 3,1 persen, Harry Tanoesoedibjo 2,4 persen.

"Agus Harimurti Yudhoyono 2,3 persen, Ridwan Kamil 1,9 persen, Khofifah Indar Parawansa 1,9 persen, Erick Thohir 1,7 persen dan yang belum memilih 13,7 persen," pungkas Andri.

Survei ini dilakukan pada 14 sampai dengan 29 Desember 2021 dengan melibatkan 1.820 orang responden yang tersebar di 34 Provinsi di Indonesia.

Survei ini dilakukan dengan metode multi stage random sampling dengan tingkat toleransi kesalahan kurang lebih sekitar 2,3 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

Menanggapi survei ini, pengamat politik, Emrus Sihombing mengatakan, survei tersebut memperlihatkan bahwa Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Ketua Umum Partai Golkar dilirik oleh masyarakat karena keberhasilannya menjalankan tugas dari Jokowi.

"Terutama untuk bidang Perekonomian, dan ini memiliki hubungan yang signifikan dengan keinginan masyarakat bahwa kepemimpinan nasional pasca Jokowi paling diinginkan 89,9 persen masyarakat menginginkan kemajuan ekonomi," kata Emrus.

Populer

Tak Disambut Pejabat AS, Natalius Pigai: Jokowi Datang Seperti Menteri yang Berwisata

Kamis, 12 Mei 2022 | 00:36

Serangan ke Anies Makin Gencar, Senator Jakarta: Tenggelamkan dengan Kabar Prestasi

Kamis, 12 Mei 2022 | 17:00

Rekayasa One Way Jalan Tol Jadi Bukti Infrastruktur Didesain Secara Ngawur

Minggu, 08 Mei 2022 | 07:55

Usai Makan Malam Bersama, AHY Pastikan Demokrat Tetap Dukung Edy Rahmayadi

Senin, 16 Mei 2022 | 09:38

Puji Pakaian Muslimah Iriana, Imam Shamsi Ali: Kira-kira yang Sering Nyinyiri Kerudung Ngomong Apa ya?

Senin, 16 Mei 2022 | 09:28

Soal Duet AH-AHY, Pengamat: Tidak Perlu Repot Cari Partai Lain Lagi

Minggu, 08 Mei 2022 | 12:25

Imran Khan: Menjatuhkan Nuklir ke Pakistan Akan Lebih Baik Daripada Menyerahkan Negara Ini Kepada Pencuri

Sabtu, 14 Mei 2022 | 18:58

UPDATE

Proyek Satelit Bakti Kominfo Rawan Penyimpangan, CBA Desak KPK Turun Tangan

Rabu, 18 Mei 2022 | 10:32

Megawati Tak Hadiri Acara KPK, Wasekjen PDIP: Tak Selalu Harus Hadir, Ibu Menugaskan Saya

Rabu, 18 Mei 2022 | 10:31

Biden: Supremasi Kulit Putih Sudah Meracuni Bangsa Amerika Serikat

Rabu, 18 Mei 2022 | 10:24

Hanya 4 Ketum yang Hadir di Acara PCB KPK, 16 Parpol Lainnya Diwakilkan

Rabu, 18 Mei 2022 | 10:11

Furqan AMC: Pembatalan Gorden Rumah Dinas DPR adalah Kemenangan Rakyat

Rabu, 18 Mei 2022 | 10:06

New York Siaga Tinggi Covid, Warga Diminta Pakai Masker dan Hindari Kumpul-kumpul Tidak Penting

Rabu, 18 Mei 2022 | 10:05

Rancangan PKPU Jadwal Belum Ditetapkan, Perludem Pertanyakan Kepastian Penyelenggaraan Pemilu

Rabu, 18 Mei 2022 | 09:55

Singapura Anggap UAS Sebar Paham Ekstremis, Fadli Zon: Hak Apa Mereka Menghakimi UAS?

Rabu, 18 Mei 2022 | 09:48

Fahri Hamzah: Menolak Perjalanan Pribadi Seorang Ustaz Bukan Tindakan Keimigrasian yang Beradab

Rabu, 18 Mei 2022 | 09:41

Pidato di Cannes Film Festival, Zelensky: Kita Butuh Charlie Chaplin Baru yang Bisa Melawan Diktator

Rabu, 18 Mei 2022 | 09:38

Selengkapnya