Berita

Said Salahudin/Net

Politik

Said Salahudin Loncat Dari PKP ke Partai Buruh, Apa Tujuannya?

KAMIS, 30 DESEMBER 2021 | 15:56 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Aksi loncat partai dilakukan Said Salahudin. Sosok yang dikenal sebagai Direktur Sinergi masyarakat untuk demokrasi Indonesia (Sigma) ini pertama kali terjun ke dunia politik praktis dengan bergabung ke Partai Keadilan dan Persatuan (PKP).

Tapi tiba-tiba dia memutuskan untuk bergabung dengan Partai Buruh yang digagas oleh Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal.

Said menyampaikan secara terbuka bahwa dirinya telah resmi bergabung bersama Partai Buruh dalam jumpa pers akhir tahun Partai Buruh yang diselenggarakan secara daring (30/12).


Ahli Hukum Tata Negara ini mengemukakan alasan dibalik pilihan politiknya itu.

"Ada dua alasan yang mendasari saya memilih Partai Buruh sebagai alat perjuangan. Pertama, partai ini memiliki idealisme. Ideologi dan garis perjuangannya jelas," ujar Said.

Idealisme yang dimiliki suatu partai, dinyatakan Said, menjadi pembeda yang dimiliki Partai Buruh dengan partai politik yang lain.

Dia sendiri mengaku sudah belasan tahun menjadi pemerhati dibidang politik, dan bahkan pernah menjadi konsultan independen untuk banyak partai politik di Indonesia.

Sehingga dengan begitu, Said yakin kalau Partai Buruh memiliki garis perjaungan yang mendasar, yakni membela rakyat pada umumnya.

"Jadi saya tahu betul bedanya partai ini dengan partai-partai yang lain," imbuhnya.

Selain itu, Said juga melihat faktor figur yang berada di dalam kepengurusan partai, yang mana dia jadikan sebagai alasan yang kedua bergabung dnegan Partai Buruh.

Menurutnya, para pengurus Partai Buruh adalah orang-orang yang memiliki komitmen dan sudah teruji dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.

"Para tokoh buruh itu tidak perlu lagi kita ragukan komitmennya. Sejak dulu mereka secara ikhlas, tanpa pamrih, dan tak pernah kenal lelah selalu konsisten memperjuangkan kesejahteraan rakyat," kata Said.

"Lihatlah hasil perjuangan mereka dalam mendorong lahirnya Undang-undang BPJS, misalnya. Rakyat hari ini bisa menikmati fasilitas jaminan kesehatan dengan biaya yang lebih terjangkau," tandasnya.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Transformasi Besar-besaran Prabowo Bikin Banyak Orang Kaget

Minggu, 21 Juni 2026 | 14:14

Wapres AS Tiba di Swiss untuk Perundingan Damai dengan Iran

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:50

KPK Ungkap Modus Pinjam Bendera di Proyek Gedung Pemkab Lamongan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:19

Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-65 untuk Jokowi Lewat Instagram

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:05

Tidak Kena Pajak Daerah, Lapangan Golf Senayan Ottolima Layak Dievaluasi

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:04

Pemerintah Sambut Kritik Mahasiswa sebagai Penyempurna Kebijakan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:00

Nanik S. Deyang Dituntut Audit Total BGN dan Program MBG

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:32

Pemerintah Harus Siapkan Solusi Jangka Panjang Usai Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24

KPK-Pemprov DKI Sebarkan Pesan Antikorupsi Lewat Halte Setiabudi Integritas

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22

Seskab dan Kepala BNN Diskusikan Ancaman Peredaran Narkoba Lewat Vape

Minggu, 21 Juni 2026 | 11:59

Selengkapnya