Berita

Menteri BUMN Erick Thohir/Net

Politik

Pengamat: Tidak Berlebihan Jika Erick Thohir Harus Cari Pengganti Ahok di Pertamina

KAMIS, 30 DESEMBER 2021 | 10:40 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Menteri BUMN Erick Thohir harus segera mengevaluasi kinerja Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok yang dinilai hanya bisa bikin gaduh ruang publik.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengatakan, Menteri Erick bisa langsung mencopot Ahok melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Dengan begitu, Pertamina dan BUMN tidak jadi ramai karena kegaduhan Ahok.

"Saya kira tidak berlebihan kalau Erick Thohir harus mencari pengganti BTP dan tidak melibatkan tokoh politik dalam internal Pertamina," katanya kepada wartawan, Kamis (30/12).


Menurutnya, selain bikin gaduh, Ahok juga sudah terbukti tidak berperan dalam menangani ancaman mogok karyawan yang didengungkan Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB).

Rencananya, FSPPB akan menggelar mogok kerja dari 29 Desember 2021 hingga 7 Januari 2022. Namun aksi itu batal digelar lantaran pihak FSPPB dan Direksi PT Pertamina mencapai kata sepakat. Kesepakatan ditandatangani di Kementerian Tenaga Kerja oleh Direktur SDM Pertamina M. Erry Sugiharto dan Ketua Umum FSPPB Arie Gumilar.

Komunikasi antara karyawan dan perusahaan terkait tuntutan karyawan sempat menjadi gaduh karena gaya komunikasi yang dikembangkan Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Sejumlah informasi misleading yang disampaikan Ahok di ruang publik terpaksa diluruskan oleh Komisaris Independen Iggi Haruman Achsien.

Menurut Dedi Kurnia Syah, Ahok sudah terbukti tidak pernah menunjukkan kinerja konkret sebagai komisaris utama. Sebaliknya, jika dibiarkan, maka kegaduhan yang ditimbulkan Ahok bisa menurunkan kepercayaan publik kepada Pertamina.

Untuk itu, Menteri Erick harus tegas dan mencopot Ahok dari Komut Pertamina.

"Itu juga berdampak kepercayaan publik ke pemerintah. Perlu bagi Erick Thohir mengevaluasi kehadiran BTP," katanya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya