Berita

Pendiri survei LSI, Denny JA/Net

Jaya Suprana

Nominasi Nobel untuk Denny J.A

SENIN, 27 DESEMBER 2021 | 08:23 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SEJAK lama saya mendambakan akhirnya akan ada warga Indonesia menerima anugerah Nobel sesuai dambaan yang saya tulis pada naskah “Menanti Nobel Untuk Indonesia” (16 Oktober 2021).

Tampaknya dambaan saya didengar oleh Yang Maha Kuasa.

Denny J.A.


Menjelang ujung akhir tahun 2021 terviral berita bahwa panitia anugerah Nobel telah mengundang cendekiawan merangkap pelopor industri jajak pendapat sekaligus penyair Indonesia, Denny Januar Ali ke mabes Nobel di Stockholm, Swedia.

Tampak gejala bahwa naga-naganya seorang warga Indonesia akan benar-benar akhirnya memperoleh anugerah Nobel seperti yang saya dambakan.

Memang sebenarnya cukup banyak putra-putri terbaik Indonesia layak memperoleh anugerah Nobel seperti misalnya Siti Musdah Mulia, Azyumardi Azra, Ahmad Syafii Maarif, Frans Magnis Suseno, B.J. Habibie, Gus Dur, SBY, Farid Gaban, Gunawan Muhammad, Nasir Tamara, Sri Palupi, Sandyawan Sumardi, Seno Gumira Ajidarma, Pramoedya Ananta Tur dan lain-lain nama yang tidak bisa saya sebut semuanya di dalam ruang terbatas naskah sederhana ini.

Namun Yang Maha Kuasa belum berkehendak untuk mengijinkannya.

Doa

Sejauh ini memang belum ada warga Indonesia seberuntung Aung San Suu Kyi atau Barack Obama yang beruntung memiliki jalur akses informasi tertangkap oleh daya tangkap antena kesadaran dewan juri Anugerah Nobel.

Juga dibutuhkan keberuntungan dalam bentuk frekuensi kondisi peta geopolitik yang kebetulan sedang cocok dengan frekuensi selera dewan juri Anugerah Nobel.

Saya mendirikan MURI sebagai lembaga penggelora semangat kebanggaan nasional Indonesia, maka saya senantiasa bangga atas prestasi superlatif sesama warga Indonesia.

Dengan penuh kerendahan hati saya bersujud demi memberanikan diri memanjatkan doa memohon perkenan kemurahan hati Yang Maha Kuasa mengijinkan MURI memberikan anugerah kepada Denny Januar Ali sebagai warga Indonesia pertama yang memperoleh Anugerah Nobel.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

PLN Perluas SPKLU Signature Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik

Minggu, 13 September 2026 | 08:21

Pemerintah Didesak Tetapkan Status Darurat Kesehatan Imbas Karhutla

Minggu, 13 September 2026 | 08:01

AntreEV Permudah Antrean SPKLU Lewat PLN Mobile

Minggu, 13 September 2026 | 07:40

Tak Ada Kerusakan Akibat Gempa di Perairan Kepulauan Seribu

Minggu, 13 September 2026 | 07:03

Bisa Pengaruhi Investor, Penegak Hukum Ditantang Adil di Kasus Transfer Pricing

Minggu, 13 September 2026 | 06:51

Inovasi Jebolan Program Pertamuda Pertamina Bantu Nelayan Peroleh Cuan

Minggu, 13 September 2026 | 06:21

Ketika Hukum Terlihat Sedang Mencari Pasal, Bukan Kebenaran

Minggu, 13 September 2026 | 05:47

Nilai Adat Harus Dipegang Teguh dan Diwariskan ke Setiap Generasi

Minggu, 13 September 2026 | 05:16

Budi Daya Lobster Modeling Batam Tembus Pasar Ekspor, Daerah Lain Siap Menyusul

Minggu, 13 September 2026 | 04:43

Strategi Pengusaha Indonesia Hadapi CBAM EU dan IEU-CEPA

Minggu, 13 September 2026 | 04:14

Selengkapnya