Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Selamat Merayakan Hari Natal

JUMAT, 24 DESEMBER 2021 | 18:57 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SELAMA satu dasawarsa belajar dan mengajar di Jerman saya berkesempatan sepuluh kali merayakan Natal di Jerman. Lalu saya kembali ke Tanah Air Udara saya sendiri yaitu Indonesia.

Dari apa yang saya lihat dapat disimpulkan bahwa ternyata perayaan Natal di Indonesia beda alias tidak sama dengan perayaan Natal di Jerman.

Di Jerman tidak ada Menteri Agama atau Majelis Ulama yang mengatur boleh-tidaknya sesama manusia mengucapkan Selamat Natal kepada sesama manusia seperti di Indonesia.
Di Jerman jarang terdengar lagu-lagu Natal bikinan orang Amerika seperti White Christmas  dinyanyikan oleh orang Jerman sama halnya dengan lagu Natal Amerika dinyanyikan oleh orang Indonesia di Indonesia.

Di Jerman jarang terdengar lagu-lagu Natal bikinan orang Amerika seperti White Christmas  dinyanyikan oleh orang Jerman sama halnya dengan lagu Natal Amerika dinyanyikan oleh orang Indonesia di Indonesia.

Lagu White Christmas popular di Indonesia meski suasana Natal pada akhir bulan Desember di Indonesia sama sekali tidak white karena tidak ada salju di Indonesia kecuali di Puncak Jaya sebagai puncak tertinggi pegunungan Sudirman di Papua.

Lagu Stille Nacht sangat popular di Jerman, sementara di Indonesia dianggap jadul maka membosankan.

Meski Indonesia tersohor dengan pohon kelapa sayang tidak ada pohon Natal di Indonesia menggunakan pohon kelapa namun lebih senang menggunakan pohon cemara sebagai pohon Natal seperti di Jerman.

Orang Indonesia lebih suka menjiplak gaya hidup Amerika Serikat maka suasana perayaan Natal di Indonesia memang lebih keamerikaserikat-amerikaserikatan ketimbang kejerman-jemmanan.

Di Indonesia ada tradisi tukar-menukar hadiah Natal seperti di Amrik yang sama sekali tidak dilakukan di Jerman. Umat Nasrani di Indonesia juga gemar memanfaatkan Hari Natal sekaligus Hari Idul Fitri sebagai alasan mudik.

Sementara di Jerman terpaksa para umat Nasrani hanya menikmati cuti Hari Natal saja. Sebab di Jerman memang tidak ada cuti Lebaran.

Akibat perbedaan waktu Jerman dan Indonesia maka saat merayakan misa Natal juga saling beda antara Jakarta dengan di Berlin.

Namun perbedaan Natal di Indonesia dengan di Jerman sama sekali bukan alasan untuk saling melecehkan. Sebab pada hakikatnya kandungan inti makna adiluhur di dalam Bhinneka Tunggal Ika juga berlaku bagi perayaan Natal di mana pun di planet bumi.

Yaitu perbedaan serta keberagaman segenap umat manusia termasuk di Indonesia dan Jerman bersatupadu dalam makna dasar perayaan Natal yaitu merayakan kasih-sayang.

Selamat Hari Natal bagi yang berkenan atau yang diperkenankan menerima ucapan Selamat Hari Natal.

Bagi yang tidak berkenan atau tidak diperkenankan saya tidak berani memaksakan ucapan Selamat Hari Natal.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Wall Street Hijau di Tengah Harapan Meredanya Konflik AS-Iran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:23

Di Balik Sensor Istana: Diksi Nuklir Prabowo dan Bantahan Kilat Teheran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:10

Pelatih Vietnam Bongkar Rahasia Usai Permalukan Indonesia 3-0

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:04

Tanggapi MK, Menkeu Pastikan Anggaran MBG Tidak Mengganggu APBN

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:47

Menhaj Lantik 6 Pejabat Kemenhaj untuk Perkuat Pelayanan Haji dan Umrah

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:46

Bunga Pinjaman Turun, Bulog Hemat hingga Rp1,07 Triliun per Tahun

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:35

Pasar Logam Mulia Tertekan, Emas Masih Berkutat di 4.000 Dolar AS

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:18

Bursa Eropa Cetak Rekor, DAX 40 Tembus 26.000 Poin

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:07

Sekolah Nasional Terintegrasi: Tantangan Pendidikan dan Implementasi Rekonstruksi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:46

BGN Anggap Putusan MK Justru Perkuat Program MBG

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:27

Selengkapnya