Berita

Mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Munarman/Net

Hukum

Disoal Jaksa Terkait Eksepsinya, Munarman Ogah Ajukan Praperadilan

KAMIS, 23 DESEMBER 2021 | 02:38 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Jeratan hukum yang menimpa dirinya terkait penangkapan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, sudah disampaikan bekas Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Munarman.

Munarman menyatakan dalam eksepsi atau nota keberatannya dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur bberapa pekan lalu, bahwa ada tindakan sewenang-wenang dari aparat dalam proses penangkapannya.

Eksepsi Munarma kemudian disoal oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan lanjutan di PN Jakarta Timur pada Rabu kemarin (22/12).


Jaksa mempertanyakan tindakan Munarman yang tidak mengajukan Praperadilan jika dalam eksepsinya menilai ada tindakan sewenang-wenang oleh aparat Polri.

Hal ini kemudian dijawab Munarman melalui pengacaranya, Aziz  Yanuar, yang menyatakan Praperadilan sengaja tidak diajukan pihaknya lantaran sejumlah alasan.

"Kalau di praperadilan akan makan waktu lagi dan banyak intrik," kata Aziz saat ditemuiu di PN Jakarta Timur usai persidangan.

Selain itu, Aziz juga menuturkan bahwa Munarman memandang Praperadilan hanya akan memunculkan anggapan melawan aparat penegak hukum terkait perkara tindak pidana terorisme yang tengah menjeratnya sekarang.

"Kita tidak mau (ada anggapan itu). Kita maunya berproses tapi tidak mengganggu proses persidangan ini," demikian Aziz.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya