Berita

Politikus Gerindra, Kamrussamad/Net

Politik

Minta Sandiaga Uno Blak-blakan soal Capres, Politikus Gerindra: Jujur Itu Terhormat

SENIN, 20 DESEMBER 2021 | 10:54 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Respons Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, terkait tudingan rekayasa ijtima ulama untuk maju capres 2024 dinilai sebagian pihak hanya pura-pura.

Bahkan, politikus Partai Gerindra yang notabene masih satu wadah, Kamrussamad, meminta Sandi jujur soal keinginan Nyapres pada 2024.

"Sarankan Mas Sandi agar jujur di depan rakyat, jangan lempar batu sembunyi tangan. Jika jujur akan bisa membantu mengembalikan kepercayaan ulama dan umat. Tak elok jika berpura-pura mengatakan tidak kepikiran jadi capres," ucap Kamrussamad kepada wartawan, Senin (20/12).


"Jujur itu terhormat," sambungnya.

Menurut Kamrussamad, saat ini rakyat sudah melihat Sandi terus melakukan pencitraan dan memproduksi gimmick dalam aktivitas sehari-harinya. Di sisi lain, belum terlihat terobosan dan kinerja nyata di Kemenparekraf yang jadi tugas utamanya saat ini.

Dituturkan Kamrussamad, seorang deklarator ijtima ulama ditugaskan menaikkan elektabilitas Sandiaga. Permintaan menaikkan elektabilitas Sandiaga itu menurut Kamrussamad tak elok.

"Pengakuan H Holip Abdul Kadir (salah satu deklarator Forum Ijtima Ulama Jabar, red) bahwa ditugaskan untuk menaikkan elektabilitas Mas Sandi adalah langkah yang tidak etis. Sebab ulama tidak sepatutnya ditarik kepentingan politik praktis," tegasnya.

Untuk itu, ia meminta Sandiaga meminta maaf soal adanya isu rekayasa ijtima ulama capres 2024. Permintaan maaf, menurut Kamrussamad, menunjukkan sikap negarawan.

"Jika Mas Sandi minta maaf karena telah merekayasa identitas ulama untuk kepentingan elektabilitas capres dirinya. Maka potensi menjawab defisit negarawan muda Indonesia, terjawab dengan sikap rendah diri minta maaf. Kita tunggu sikap negarawan Mas Sandi. Kami bangga jika tokoh-tokoh muda mampu bersikap negarawan," demikian Kamrussamad.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya