Berita

Nicholas Burns/Net

Dunia

Nicholas Burns Resmi Jadi Dubes AS untuk China, Analis: Tubuhnya di Beijing Tapi Jiwanya Tetap di Washington

SABTU, 18 DESEMBER 2021 | 07:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Senat Amerika akhirnya memberikan persetujuan kepada Nicholas Burns untuk menjadi duta besar baru untuk China setelah jabatan itu dibiarkan kosong selama hampir 14 bulan.

Sejumlah analis China mengatakan akan sangat sulit bagi Burns membuat terobosan, apalagi di tengah hubungan yang semakin tegang antara Washington dan Beijing saat ini.

Para ahli juga memperingatkan Burns agar bertindak dengan patuh sebagai duta besar yang seharusnya mempromosikan hubungan bilateral alih-alih mencoba memainkan peran Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken untuk menceramahi China tentang masalah hak asasi manusia atau mempromosikan nilai-nilai AS.


Burns yang saat ini berusia 75 tahun adalah seorang diplomat karir yang telah bertugas di bawah presiden Demokrat dan Republik. Sebelumnya dia menjabat sebagai duta besar AS untuk NATO dan Yunani. Dari 2005 hingga 2008, Burns juga menjabat sebagai wakil menteri luar negeri untuk urusan politik.

"Mirip dengan pendahulunya, Burns akan memenuhi peran pelaksana kebijakan AS terhadap China, tetapi mengingat pengalaman sebelumnya sebagai diplomat veteran dan pengalaman menangani krisis, ia mungkin menawarkan 'proposal politik' tetapi dengan pengaruh yang terbatas," kata Li Haidong, profesor Institut Hubungan Internasional Universitas Hubungan Luar Negeri China, seperti dikutip dari Global Times, Jumat (17/12).

Li mencatat bahwa peran Burns sebagai duta besar AS untuk China tetap penting terutama dengan hubungan China-AS yang memasuki "masa transisi besar," dan saluran komunikasi yang otoritatif, efektif, cepat dan langsung melalui duta besar dapat membantu menangani situasi akut.  

Lu Xiang, direktur penelitian Institut China Hong Kong, mengatakan bahwa Burns memiliki riwayat hidup yang baik dan telah bekerja di lingkungan yang sama dengan Blinken dan Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan selama bertahun-tahun.

"Mengingat situasi saat ini, Blinken telah mengambil pengaruh besar pada keamanan AS dan urusan diplomatik. China mungkin tidak berharap terlalu banyak dari Burns dalam memimpin terobosan saat bertugas di Beijing," kata Lu.

"Burns hanya akan menjadi letnan setia untuk Blinken," lanjutnya.

Para ahli juga mencatat bagaimana Burns mengungkapkan sikap bermusuhan dengan China bahkan sebelum pencalonannya disetujui, satu hal yang sangat jarang terjadi.

Selama sidang Senat AS pada bulan Oktober, Burns mengklaim bahwa China adalah "ujian geopolitik terbesar abad ke-21." Dia juga melancarkan serangan sengit terhadap kebijakan dalam dan luar negeri China, termasuk menyentuh wilayah Xinjiang dan Hong Kong China.

Sementara Hu Xijin, mantan pemimpin redaksi Global Times, mengatakan di akun media sosialnya bahwa jiwa Burns tidak sepenuhnya berada di China, melainkan tetap di Amerika.

"Bahkan setelah dia datang ke China, jiwanya akan tinggal di Washington; Beijing hanya akan melihat tubuhnya. Jiwanya akan mengarahkan tubuhnya ke berbicara dan bertindak di Beijing dan juga pamer. Dia tidak akan menjadi utusan persahabatan China-AS."

Hu mencatat bahwa selain dari perlakuan diplomatik, masyarakat Tiongkok dapat menunjukkan ketidakpedulian mereka terhadap Burns — misalnya, tidak ingin mengundangnya untuk kegiatan karena kehadirannya bukanlah suatu kehormatan.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

UPDATE

Prabowo Tetap Hadiri Peluncuran Buku Bahlil Meski Sedang Flu

Jumat, 07 Agustus 2026 | 16:26

KPK Panggil Pengelola Wisma Atlet Buntut Kasus Korupsi Bea Cukai

Jumat, 07 Agustus 2026 | 16:23

Sudaryono Diyakini Mampu Benahi Tata Kelola Program MBG

Jumat, 07 Agustus 2026 | 16:20

Jangan Cepat Puas, Pengangguran Turun tapi Kualitas Pekerjaan Masih jadi PR

Jumat, 07 Agustus 2026 | 16:14

KPK Panggil Petinggi PAN Rejang Lebong di Pengembangan Kasus Bengkulu

Jumat, 07 Agustus 2026 | 16:04

Belum Ada Rencana Reshuffle, Istana Utamakan Isi Jabatan yang Kosong

Jumat, 07 Agustus 2026 | 15:54

BPK: Opini WTP Bukan Tujuan Akhir, Tata Kelola Harus Terus Diperkuat

Jumat, 07 Agustus 2026 | 15:42

Spoiler One Piece Chapter 1190: Duel Gaban vs Imu Memanas

Jumat, 07 Agustus 2026 | 15:22

Istana Benarkan Destry Damayanti Masuk Bursa Gubernur BI

Jumat, 07 Agustus 2026 | 15:17

Daftar Harga Pertamax Terbaru di SPBU Pertamina Seluruh Indonesia

Jumat, 07 Agustus 2026 | 15:03

Selengkapnya