Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Tegas, Menteri PPPA Minta Predator Santriwati Dikebiri

SELASA, 14 DESEMBER 2021 | 16:45 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Perhatian khusus diberikan Presiden Joko Widodo terhadap kasus kekerasan seksual 13 santriwati di Kota Bandung. Bahkan, Presiden Jokowi meminta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) hadir dan mengawal langsung kasus ini.

Hal tersebut diungkapkan Menteri PPPA, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, dalam konferensi pers di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar, Jalan Naripan, Kota Bandung, Selasa (14/12).

"Tentunya kasus ini bapak presiden memberikan perhatian khusus, saya hadir kemarin, presiden mengarahkan untuk pemerintah hadir untuk memberikan tindak tegas," kata Bintang Puspayoga, sapaan akrabnya, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.


"Presiden memberikan perhatian serius, penegakan hukum yang seberat-beratnya buat pelaku," tambahnya.

Merespons arahan Presiden Jokowi, Kementerian PPPA telah berkoordinasi dengan Kejati Jabar, LPSK, Pemprov Jabar, dan instansi terkait. Hasilnya, mereka sepakat mengawal kasus tersebut hingga tuntas dan memberikan jaminan perlindungan maksimal kepada korban.

"Kami telah berdiskusi terhadap kelanjutan terdakwa HW (Herry Wirawan). Ini merupakan kolaborasi lintas sektoral, ini masalah kita semua. Kita ingin membuktikan bahwa kita betul-betul memberikan keberpihakan kepada korban," paparnya.

Bintang menambahkan, pemerkosaan yang dilakukan Herry Wirawan terhadap 13 santriwati merupakan perbuatan keji. Sehingga, Kementerian PPPA mendorong hakim untuk memberikan hukuman berat, ditambah hukuman kebiri.

"Ini kejahatan yang luar biasa, tidak hanya kekerasan seksual saja, eksploitasi dan penyalahgunaan bansos. Kekerasan seksual ini korbannya banyak, dilakukan berkali-kali, sudah barang tentu pelaku harus mendapat tambahan hukuman kebiri," tegasnya.

"Saya yakin masyarakat puas, bila terdakwa dihukum seberat-beratnya," demikian Bintang Puspayoga. 

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya