Berita

Upacara memulai pelatihan untuk Resolute Dragon 21 diadakan di Area Latihan Ojojihara, 4 Desember 2021/Net

Dunia

Unjuk Kekuatan ke China, Jepang-AS Gelar Latihan Perang Besar-besaran Resolute Dragon 2021

JUMAT, 10 DESEMBER 2021 | 15:25 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah meningkatnya ketegangan antara Beijing, Washington dan Tokyo, par tentara  Jepang dan Amerika Serikat melakukan latihan besar-besaran yang melibatkan ribuan personel militer.

Latihan tersebut dinamakan Resolute Dragon 2021 dan dimulai sejak Sabtu pekan lalu (4/12), dan akan berlanjut hingga 17 Desember mendatang di Ojojihara, Jepang.

Hampir 1.400 anggota Pasukan Bela Diri Jepang, 2.650 Marinir AS, dan kumpulan pesawat AS, termasuk MV-22B Ospreys dan pesawat tempur F/A-18E Hornet, ikut terlibat dalam latihan yang oleh South China Morning Post disebut sebagai yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir itu.


Seorang analis anonim di Institut Studi Pertahanan Nasional Jepang mengatakan kepada SCMP bahwa latihan itu adalah “akibat langsung dari meningkatnya ancaman yang ditimbulkan oleh China terhadap stabilitas kawasan.”

Analis tersebut juga mengklaim bahwa orang China terus mencermati setiap latihan perang terbaru.

Komandan Divisi Marinir ke-3 Jenderal Jay Bargeron mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Resolute Dragon 21 adalah contoh kekuatan aliansi AS-Jepang, yang telah menjadi dasar perdamaian dan keamanan di Indo-Pasifik selama lebih dari 60 tahun.

“Melalui latihan ini, JGSDF dan Korps Marinir AS akan memperkuat, mengintegrasikan, dan menyinkronkan kemampuan pelengkap kami untuk memastikan kami tetap siap dan mampu membela seluruh Jepang, menjaga nilai-nilai bersama kami, dan melestarikan kebebasan di laut,” katanya.

Ketegangan antara China dan AS terus meningkat sejak Pemerintahan Joe Biden bersama dengan Inggris, Australia, dan Kanada memutuskan untuk mengadakan boikot diplomatik terhadap Olimpiade Musim Dingin yang akan  digelar di Beijing tahun depan. China mengolok-olok boikot, mengklaim bahwa pejabat dari negara itu bahkan tidak diundang.

Jepang, sementara itu  telah menerima seruan dari para aktivis untuk ikut memboikot permainan tersebut. Namun, hingga saat ini Tokyo belum juga mengambil sikap. 

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya