Berita

Begawan Ekonomi, Rizal Ramli saat hadiri bedah buku karya Gde Siriana berjudul "Keserakahan di Tengah Pandemi/RMOL

Politik

Rizal Ramli: Negara Kleptokrasi Lebih Gawat dari Sistem Kapitalisme

KAMIS, 09 DESEMBER 2021 | 16:48 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

RMOL. Kleptokrasi (pemerintahan para pencuri) semakin bercokol di negeri ini, terutama di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang. Ini agaknya menjadi watak penguasa hari ini, dan ini lebih bahaya dari pemerintahan yang menganut sistem kapitalisme.

Demikian disampaikan Ekonom Senior Dr Rizal Ramli saat menjadi narasumber dalam acara bedah buku dan diskusi karya Gde Siriana berjudul "Keserakahan di Tengah Pandemi" pada Kamis (9/12).

RR, sapaan akrab mantan Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur itu, menyambut baik buku karya aktivis '98 Gde Siriana berjudul "Keserakahan di Tengah Pandemi". Tema yang diangkat dalam buku Gde Siriana sangat menarik bagi RR.


Menurutnya, keserakahan itu sangat dijauhi oleh para founding fathers.

"Kalau kita percaya dengan filosofi Pancasila, UUD 1945, kita dari awal tidak mau serakah. Kita menentang kapitalisme ugal-ugalan," tegas RR.

Sebab, kata RR, para pendiri republik Indonesia banyak yang kuliah di Eropa sekitar era 1920an di mana terjadi depresi ekonomi besar-besaran.

"Mereka lihat ekses dari kapitalisme ugal-ugalan, sehingga mereka menolak, tapi juga tidak mau sistem komunis. Mereka pilih jalan di tengah," tuturnya.

Sialnya, masih kata RR, yang terjadi dewasa ini di Tanah Air bukan kapitalisme itu sendiri. Melainkan, lebih cenderung pada praktik-praktik kleptokrasi.

"Kapitalisme itu competitive, ada governance, transparancy, accountability, yang terjadi ini ya bahasa sopannya negara kleptokrasi. Negara kleptokrasi lebih gawat dari sistem kapitalisme," tegasnya.

"Kapitalisme itu ada kompetisi, ada Trias politica sembari lembaga-lembaga saling ngawasin," demikian RR.

Turut hadir sejumlah narasumber dalam acara bedah buku dan diskusi daring tersebut antara lain Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun, Pengamat Politik Rocky Gerung, Dosen Pasca FISIP UMJ Prof Siti Zuhro, dan Anggota DPD RI Tamsil Linrung, Gde Siriana, dan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kekayaan Fadjar Donny Tjahjadi yang Kabarnya Jadi Tersangka Korupsi CPO-POME Cuma Rp 6 Miliar, Naik Sedikit dalam 5 Tahun

Selasa, 10 Februari 2026 | 18:12

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

UPDATE

Gara-gara KUHAP Baru, KPK Tak Bisa Perpanjang Pencegahan Fuad Hasan Masyhur

Jumat, 20 Februari 2026 | 18:04

Patroli Malam Cegah Perang Sarung

Jumat, 20 Februari 2026 | 17:47

KPK Bakal Serahkan Hasil Telaah Laporan Gratifikasi TCL

Jumat, 20 Februari 2026 | 17:20

Revitalisasi Taman Semanggi Telan Rp134 Miliar Tanpa Gunakan APBD

Jumat, 20 Februari 2026 | 17:12

Iran Surati PBB, Ancam Serang Aset Militer AS Jika Trump Lancarkan Perang

Jumat, 20 Februari 2026 | 17:03

Gibran Ajak Ormas Islam Berperan Kawal Pembangunan

Jumat, 20 Februari 2026 | 17:02

IPC TPK Optimalkan Layanan Antisipasi Lonjakan Arus Barang Ramadan

Jumat, 20 Februari 2026 | 16:54

Kasus Bundir Anak Berulang, Pemerintah Dituntut Evaluasi Sistem Perlindungan

Jumat, 20 Februari 2026 | 16:47

Pansus DPRD Kota Bogor Bahas Raperda Baru Administrasi Kependudukan

Jumat, 20 Februari 2026 | 16:45

7 Manfaat Puasa untuk Kesehatan Tubuh dan Mental

Jumat, 20 Februari 2026 | 16:41

Selengkapnya