Berita

Direktur Utama (Dirut) PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo/Net

Politik

Dirut PLN Rasakan Manfaat Pencegahan Korupsi yang Digencarkan KPK

SELASA, 07 DESEMBER 2021 | 10:30 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Direktur Utama (Dirut) PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo mengakui dampak positif dan manfaat dari program pencegahan korupsi yang digencarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengamankan aset negara.

Pengakuan itu disampaikan saat membuka acara di acara Rangkaian Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2021 dalam acara Seminar Nasional Sertifikasi dan Penyelamatan Aset BUMN dan Daerah serta Launching Modul JAGA PPJ KPK yang diselenggarakan oleh KPK bersama PT PLN.

Acara digelar hybrid dari Labuan Bajo, Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa pagi (7/12).


Dalam acara ini, Darmawan menyampaikan kilas balik tahun 2019, di mana PLN mempunyai aset tanah sekitar 95 hingga 98 ribu. Dari total itu, hanya seperempat yang sudah tersertifikasi.

Menurutnya, jika masih menggunakan cara lama, maka 100 tahun pun masalah sertifikasi ini tidak akan selesai.

“Bahkan ada aset yang sudah kita kuasai selama 50 tahun, kita tanya ke pegawai kita, mereka menjawab 'aset ini sudah ada di situ Pak sebelum saya bergabung ke PLN' tapi tidak bisa disertifikasi," ujar Darmawan, Selasa pagi (7/12).

Hal itu dikarenakan banyak proses yang berbelit dan sangat kompleks. Sehingga, membuat pengelolaan aset menjadi rentan terhadap penyalahgunaan wewenang dan rentan terhadap korupsi.
 
"Untuk itulah, kami beruntung, karena KPK mempunyai program pencegahan korupsi dan memilih PLN sebagai BUMN percontohan. Kami juga melakukan kerjasama dengan BPN, kami juga melakukan kerjasama dengan pemerintah daerah, maka habis gelap terbitlah terang," kata Darmawan.

Darmawan mengaku tadinya sudah putus asa karena pengelolaan aset yang berbelit dan kompleks. Akan tetapi, proses tersebut sudah diringkas dan disederhanakan. Setidaknya dalam waktu 2 tahun sudah ada tambahan 20 ribu aset tanah tersertifikasi.

“Di sinilah kami baru paham bahwa KPK dalam rangka pemberantasan korupsi dengan membangun perlu dengan kolaborasi antar lembaga," jelasnya.

Sehingga, Darmawan mengakui bahwa dalam proses pemberantasan korupsi perlu adanya kolaborasi dan sinergi antar lembaga pemerintah.

Atas alasan itu, dia menghargai kehadiran pimpinan KPK, kejaksaan, pemda, dari seluruh komponen dalam acara ini. Apalagi, semua pada satu tekad bersama memerangi korupsi.

“Bukan hanya dengan penindakan, tetapi juga dengan pencegahan, yaitu dengan membangun suatu tata kelola yang lebih baik lagi," terang Darmawan.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

UPDATE

KPK Tidak Ragu Tetapkan Yaqut Cholil Tersangka

Kamis, 08 Januari 2026 | 20:04

KPK Ultimatum Kader PDIP Nyumarno Hadiri Pemeriksaan

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:47

Wanita Ditembak Mati Agen ICE, Protes Meluas

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:43

Pimpinan DPRD Kabupaten Bekasi Aria Dwi Nugraha Dicecar soal Aliran Uang Suap

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:31

Kader PDIP Nyumarno Mangkir dari Panggilan KPK

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:25

Akademisi UGM Dorong Penguatan Mata Kuliah Ekonomika Koperasi

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:19

Arab Saudi Klaim Pemimpin Separatis Yaman Selatan Melarikan Diri Lewat Somaliland

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:15

Presiden Prabowo Beri Penghargaan Ketua Umum GP Ansor

Kamis, 08 Januari 2026 | 18:50

Istri Wawalkot Bandung Menangis di Sidang Praperadilan

Kamis, 08 Januari 2026 | 18:45

Rizki Juniansyah Ngaku Tak Tahu Bakal Naik Pangkat Jadi Kapten TNI

Kamis, 08 Januari 2026 | 18:32

Selengkapnya