Berita

Kodok Tebu/Net

Dunia

Taiwan Diserbu Kodok Raksasa, Petani Sibuk Lindungi Sawah dan Ladang

SELASA, 07 DESEMBER 2021 | 05:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kodok dipercaya sebagai simbol kemakmuran dan keberuntungan bagi masyarakat Taiwan. Namun, belakangan makhluk itu malah membuat repot warga di negara itu.

Para pejabat dan pemerhati lingkungan saat ini berjuang keras untuk menahan laju penyebaran dan pembiakan spesies tersebut.

Lusinan sukarelawan dari Masyarakat Konservasi Amfibi Taiwan bekerja sepanjang malam dengan senter dan sarung tangan untuk melindungi sawah dan ladang sayuran mereka dari serangan hama yang dikenal dengan nama 'kodok tebu'.


Kodok Tebu berasal dari Amerika Selatan dan Tengah. Meskipun saat ini penyebarannya telah sampai ke Australia dan Filipina, mereka biasanya tidak pernah tercatat ‘mampir’ di Taiwan.

Namun semua berubah ketika beberapa minggu yang lalu seorang penduduk setempat menemukan beberapa ekor amfibi besar bertengger di kebun sayur miliknya. Ia pun mengunggah hasil temuannya itu media sosial. Hasilnya, banyak netizen yang terkejut dan unggah itu pun memicu perburuan kodok.

“Operasi pencarian yang cepat dan besar-besaran sangat penting ketika kodok tebu pertama kali ditemukan," kata Lin Chun-fu, seorang ilmuwan amfibi di Lembaga Penelitian Spesies Endemik yang dikelola pemerintah kepada AFP saat dia menjelaskan mengapa para konservasionis bergegas untuk menemukan dan membuang kodok tebu yang mereka temukan.

“Ukuran mereka sangat besar dan mereka tidak memiliki musuh alami di sini di Taiwan,” tambahnya.

Segera setelah foto itu diunggah, Yang Yi-ju, seorang ahli di Universitas Nasional Dong Hwa, mengirim sekelompok sukarelawan dari Amfibi Conservation Society untuk menyelidiki.

Hasilnya, mereka tiba di kebun sayur dan terkejut menemukan 27 kodok di sekitarnya.

Yang dengan cepat mengidentifikasi hewan penyusup tersebut sebagai Rhinella Marina, merujuk pada penampakan kelenjar partoid besar di belakang telinga tempat katak tebu mengeluarkan racun berbahaya.

“Saya terkejut dan khawatir ketika mereka menemukan lebih dari 20 ekor. Ini tidak akan menjadi hal yang mudah untuk diatasi,” katanya.

“Kami mulai memberi tahu dan memobilisasi semua orang untuk bertindak,” katanya, seraya menambahkan bahwa kehadiran kodok remaja menunjukkan bahwa kodok sedang berkembang biak.

Petani lokal mengatakan kepada konservasionis bahwa mereka telah memperhatikan kedatangan kodok kekar ini tetapi tidak pernah melaporkannya.

“Petani Taiwan umumnya mengabaikan katak dan bahkan memandang baik katak ketika mereka menemukannya karena mereka membantu membersihkan tanah dari hama dan juga merupakan simbol keberuntungan,” jelas Yang.

“Tidak pernah terpikir oleh mereka bahwa ini adalah spesies invasif dari negeri asing,” katanya.

Pejabat konservasi dan sukarelawan lingkungan telah bekerja tanpa henti untuk melakukan pencarian yang cukup menguras tenaga.

“Kami telah membagi (kotapraja) menjadi 200 kali 200 meter persegi untuk menyelidiki satu per satu jika ada kodok laut," kata peneliti lapangan Lin Yong-lun, menunjuk ke serangkaian peta berkode warna.

Perimeter pencarian telah diperluas hingga radius 4 kilometer.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Asta Cita Tanpa Konsistensi akan Timbul Moral Hazard

Senin, 08 Juni 2026 | 05:48

Pameran ‘Aku Arek Suroboyo’ Ramaikan Peringatan Bulan Bung Karno

Senin, 08 Juni 2026 | 05:24

GP Ansor Jakbar Gelar Diklatsar Tanggapi Sebutan ‘Gotham City’

Senin, 08 Juni 2026 | 04:59

Pernyataan Purbaya dan Djaka Saling Menguatkan dalam Kasus Tiffany & Co

Senin, 08 Juni 2026 | 04:46

Perkuat KDKMP

Senin, 08 Juni 2026 | 04:26

Purbaya Tidak Punya Backup Politik untuk Jalankan Misi Presiden

Senin, 08 Juni 2026 | 03:57

Jangan Kasih Tempat untuk Boti di Negeri Ini!

Senin, 08 Juni 2026 | 03:37

BEI Jabar Gencarkan Literasi Pasar Modal ke Kampus hingga SD

Senin, 08 Juni 2026 | 03:17

Menanti Hasil Uji Fundamental Perekonomian Indonesia

Senin, 08 Juni 2026 | 02:59

IPB University Raih Juara Umum Program Mahasiswa Berdampak Kemendiktisaintek

Senin, 08 Juni 2026 | 02:50

Selengkapnya