Berita

Ketua PBNU Habib Muhammad Salim Al JufrI/Net

Politik

Ingatkan Keputusan Konbes 26 September, Ketua PBNU: Jangan Main-Main dengan AD/ART

SENIN, 06 DESEMBER 2021 | 18:27 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Penjadwalan ulang Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama hanya bisa dilakukan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Hal ini sesuai hasil Konferensi Besar (Konbes) NU yang digelar pada 26 September 2021.

Begitu dikatakan Ketua PBNU Habib Muhammad Salim Al Jufri menyusul rencana sejumlah pihak yang berupaya menggelar Konferensi Besar (Konbes) dengan memobilisasi PWNU Se-Indonesia pada Selasa (7/12).

“Konbes itu forum tertinggi kedua setelah Muktamar. Konbes NU Tahun 2021 sudah memutuskan penjadwalan ulang pelaksanaan muktamar diserahkan ke PBNU,” ujar Habib Salim.


Habib Salim meminta semua pihak memahami dan tunduk kepada mekanisme organisasi yang diatur dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) dan Peraturan Organisasi NU.

“Kita jangan main-main dengan AD/ART NU,” tegasnya.

Menurutnya, untuk mengatasi perbedaan pendapat menyangkut waktu penyelenggaraan Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama adalah tunduk terhadap Keputusan Konbes NU, yakni rapat PBNU. Bahkan, kalau harus Konbes NU lagi sekalipun harus melalui keputusan rapat PBNU.

“Rapat Harian Syuriyah-Tanfidziyah PBNU merupakan mekanisme organisasi yang sekalipun harus kita pahami sebagai forum untuk mengajak kita semua, baik yang di Syuriyah maupun Tanfidziyah untuk duduk bersama menghadapi masalah bersama," terangnya.

"Bukan oleh orang perorang atau empat orang yaitu Rais Aam, Katib Aam, Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal. Kalau harus Konbes lagi sekalipun harus melalui Rapat Harian Syuriyah-Tanfidziyah PBNU. Kalau tidak ya Konbes tidak sah,” sambungnya.

Habib Salim juga mengingatkan harapan Rais Aam PBNU pada Konbes NU September 2021 lalu, di mana sebagaimana diktum kedua keputusan Konbes, Rais Aam meminta keikhlasan PWNU se-Indonesia untuk menyerahkan keputusan waktu penyelenggaraan Muktamar ke-34 NU kepada PBNU.

“Ini dawuh Rais Aam sendiri. Disampaikan langsung oleh beliau Kiai Mif (KH Miftahul Achyar) harus kita hormati, apalagi dawuh tersebut sudah menjadi keputusan Konbes” pungkasnya.

Adapun hasil Konbes NU yang berlangsung di Hotel Sahid Jakarta pada 26 September 2021, diktum kedua menyebutkan;

“Manakala diktum pertama tidak dapat dilaksanakan karena kondisi belum memungkinkan terkait perkembangan kasus Covid-19 yang membahayakan keselamatan bersama, maka keputusan penyelenggaraan Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama diserahkan kekpada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama”.

Pada diktum pertama, poin inti yang disampaikan adalah pelaksanaan Muktamar ke-34 NU tanggal 23 hingga 25 Desember 2021 di Lampung.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya