Berita

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil/Net

Politik

Golkar Siap Dukung Ridwan Kamil, Tapi Bukan untuk Pilpres

SENIN, 06 DESEMBER 2021 | 15:42 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dinilai memiliki kualifikasi yang mumpuni sebagai pemimpin. Untuk itu, Ridwan Kamil layak untuk kembali maju di Pilgub Jabar 2024.

Di periode kedua nanti, Ridwan Kamil (RK) bisa menuntaskan program-program unggulan dan inovasi yang banyak dilahirkan di kepempimpinan periode pertama.

"Paling ideal untuk Pak RK adalah melanjutkan Gubernur Jabar dua periode," ucap Ketua Pengurus Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Jawa Barat, Aria Girinaya melalui keterangannya yang dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Senin (6/12).


Karena itu, pihaknya siap mendukung Ridwan Kamil untuk kembali maju di Pilgub Jabar mendatang.

"Keberhasilan selama dua periode akan membuat modal politiknya bertambah kuat dan besar," ujar Wakil Ketua 1 DPD Golkar Jawa Barat ini.

Aria menambahkan, Golkar akan sangat terbuka jika Ridwan Kamil memutuskan menjadi kader partai berlambang Beringin tersebut.

Menurutnya, sebagai partai tengah, Golkar memandang Ridwan Kamil adalah tokoh potensial, namun jika berbicara peluang menjadi Capres, partai sudah memutuskan mengusung Airlangga Hartarto.

"Golkar sudah punya keputusan, capresnya Pak Airlangga Hartarto. Keputusan ini sudah tegak lurus dan sejauh ini tidak ada perubahan apapun," tegasnya.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, berencana untuk bergabung dengan partai politik pada 2022 mendatang. Hal itu untuk mematangkan kesiapannya dalam rencana agenda politiknya ke depan.

Akan tetapi, Ridwan Kamil masih belum memutuskan apakah akan maju di Pilpres 2024 atau melanjutkan di Pilgub Jabar.

Menurutnya, pilihan untuk maju di Pilpres 2024 dilandaskan pada politik tahu diri. Jika ada partai yang mengusung, maka dirinya akan bersedia.

Pilihan lain, RK memiliki peluang untuk kembali mencalonkan diri pada Pilgub 2024 mendatang.

Dua pilihan ini, diakui Ridwan Kamil masih menjadi dilema, meski dari sisi elektabilitas dan popularitas dirinya sudah memenuhi kelayakan.

"Jadi kalau ternyata tidak ada partai yang mengusung, yang paling realistis dalam menu politik saya adalah melanjutkan gubernur jilid dua," katanya saat acara Future Leader di Fisipol UGM pekan lalu.

"Tapi kalau ada partai yang merasa butuh tokoh yang elektabilitasnya lumayan, mungkin sosok saya akan dihitung ya saya bismillah. Makanya saya sudah putuskan, tahun depan saya masuk parpol," tandasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya