Perbatasan Ukraina-Belarusia/Net
Ukraina menolak keras klaim yang disampaikan Belarusia, yang mengatakan bahwa pasukan Ukraina -dengan menggunakan helikopter- pada Sabtu lalu mencoba menyusup ke wilayah udara Belarusia.
Klaim itu muncul di tengah ketegangan kedua negara yang semakin meningkat.
Kementerian Pertahanan Belarusia memanggil atase militer Ukraina untuk mengajukan protes resmi atas helikopter militer Ukraina yang disebutnya terbang 1 kilometer (0,6 mil) di atas wilayah Belarus.
Protes itu ditanggapi dengan bantahan oleh Layanan Perbatasan Ukraina, mengatakan bahwa penerbangan helikopter dan pesawat tak berawak di daerah itu adalah bagian dari latihan penjagaan militer, dan upaya Ukraina untuk memperkuat perlindungan di perbatasannya, seperti dikutip dari
TASSBelarus bersikeras bahwa latihan militer Ukraina yang melibatkan 8.000 tentara itu dapat memicu ketegangan baru, ditambah dengan peristiwa 'penyusupan' helikopter, maka latihan itu telah melakukan pelanggaran dan meningkatkan potensi ancaman keamanan.
Konflik terbaru Belarusia-Ukraina ini menambah situasi panas di perbatasan, setelah sebelumnya masalah migran ilegal telah membuat Belarusia mendapat banyak kecaman dari negara-negara sekitarnya dan Eropa.
Belarusia menghadapi kecaman atas krisis migran ilegal di mana pemerintahan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko dituduh melancarkan "serangan hibrida" terhadap blok menggunakan migran putus asa sebagai pion.
Uni Eropa mengatakan Belarus menipu mereka untuk mencoba menyeberang ke anggota Uni Eropa Polandia, Lithuania dan Latvia. Pihak berwenang Belarusia telah membantah tuduhan itu dan membalas UE, menuduhnya gagal menawarkan perjalanan yang aman bagi para migran.
Hubungan antara Ukraina dan Belarus juga semakin memburuk pada saat ketegangan tinggi karena kekhawatiran Ukraina dan Barat bahwa Rusia dapat menyerang Ukraina. Pejabat Ukraina menuduh Rusia, sekutu Belarusia, dapat menggunakan wilayah Belarusia untuk melancarkan serangan ke Ukraina.