Berita

Komisi Pemilihan Umum (KPU RI) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu RI)/Net

Politik

Diduga Banyak Titipan Parpol, Hasil Seleksi Bacalon KPU dan Bawaslu Tak Diungkap ke Publik

SABTU, 04 DESEMBER 2021 | 01:42 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Panitia seleksi bakal calon (bacalon) komisioner KPU dan Bawaslu periode 2022-2027 diminta menyampaikan hasil seleksi para bakal calon yang tidak lolos.

Ketua Forum Politik Indonesia Tamil Selvan berpendapat, dengan diungkap ke publik justru menyelamatkan kredibilitas lembaga KPU dan Bawaslu itu sendiri.

"Tim Pansel sudah mengumumkan 28 bacalon KPU dan 20 bacalon Bawaslu yang lolos. Tapi ada ratusan yang tidak lolos itu tentu bertanya, apa kelebihan 48 orang itu dari mereka. Maka hasil ujian harus dibuka ke publik. Nggak ada yang perlu ditutupi disini, kecuali emang benar ada permainan," kata Tamil kepada wartawan di Jakarta, Jumat (3/12).


Lebih lanjut, aktivis yang akrab dipanggil Kang Tamil ini mengatakan bahwa selama ini KPU dan Bawaslu belum berhasil membawa Pemilu yang bersifat rahasia, jujur, dan adil. Ini dibuktikan dengan banyaknya fakta kecurangan ketika Pemilu.

"KPU dan Bawaslu ini namanya tidak pernah bersih di publik, karena kecurangan pemilu selalu terjadi dan lewat saja. Maka saya mengajak agar semua masyarakat mengawal proses seleksi ini. Jangan ada calon-calon siluman yang bertopeng sipil, tapi berafiliasi ke partai," jelasnya.

Kang Tamil juga meminta bahwa awal pembentukan pemerintahan yang bersih dan pro rakyat dimulai dari KPU dan Bawaslu yang bebas dari kepentingan politik.

"Faktanya, selama ini semua titipan politik. Sudahlah, jangan lagi kita dibodoh-bodohi. Kalau mau pemilu adil, KPU dan Bawaslu harus bebas dari kepentingan politik," tegasnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Gugurnya Prajurit Jadi Panggilan Indonesia Tak Lagi Jadi Pemain Cadangan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:20

Aktivis KontraS Ungkap Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:19

Trump Ngotot akan Tetap Hancurkan Listrik dan Semua Pabrik di Iran

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:17

KPK Kembangkan Kasus Suap Importasi

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:09

Pertamina Bantah Kabar Harga Pertamax Tembus Rp17 Ribu per Liter

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:02

Siang Ini Jakarta Diprediksi Kembali Hujan Ringan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:00

Tiga Prajurit RI Gugur di Lebanon, Menlu Desak DK PBB Rapat Darurat

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:45

Transparansi Terancam: 37 Ribu Pejabat Belum Serahkan LHKPN

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:40

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Dilimpahkan ke Puspom TNI

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:27

Gibran Didorong Segera Berkantor di IKN Agar Tak Mubazir

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya