Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

WHO: Pembatasan Perjalanan Tidak Akan Mencegah Penyebaran Varian Covid Omicron

RABU, 01 DESEMBER 2021 | 16:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di saat semakin banyak negara yang mulai memberlakukan pembatasan  perjalanan sejak munculnya varian Covid Omicron, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (30/11) memperingatkan bahwa larangan perjalanan menyeluruh tidak akan mencegah penyebaran strain yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan itu.

Dalam sepekan sejak munculnya varian Omicron, lusinan negara di seluruh dunia telah menanggapi dengan pembatasan perjalanan - sebagian besar menargetkan negara-negara Afrika selatan. Bagi WHO, larangan perjalanan menyeluruh justru bisa menimbulkan risiko yang lebih berbahaya dibanding manfaatnya.

Dalam nasihat perjalanannya, WHO memperingatkan larangan itu pada akhirnya dapat menghalangi negara-negara untuk berbagi data tentang virus yang berkembang.


Meskipun demikian, organisasi tersebut tetap menyarankan agar  orang yang tidak divaksinasi yang rentan terhadap Covid-19, termasuk di atas 60-an, harus menghindari perjalanan ke daerah-daerah dengan penularan virus secara komunitas.

AFP melaporkan pada Rabu (1/12), bahwa Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa dirinya bisa mengerti kenapa negara-negara berusaha melindungi warganya dari varian yang belum sepenuhnya dipahami tersebut.

Namun demikian dia menyerukan agar seluruh dunia tetap menanggapi kemunculan Omicron dengan tenang, terkoordinasi dan koheren.

Peringatan WHO datang setelah otoritas Belanda melaporkan bahwa Omicron hadir di negara itu pada 19 dan 23 November, atau sebelum Afrika Selatan secara resmi melaporkan kasus pertamanya pada 25 November.

Sejauh ini, lebih dari selusin negara dan wilayah telah mendeteksi kasus varian baru, termasuk Australia, Inggris, Kanada, Hong Kong, Israel, Italia, dan Portugal.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya