Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Cegah Varian Omicron, Nigera: Bukan Waktunya Merasa Ragu-ragu Terhadap Vaksin

RABU, 01 DESEMBER 2021 | 14:56 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Otoritas kesehatan Nigeria mendesak semua warga agar melakukan vaksinasi Covid-19, seiring dengan merebaknya varian baru Omicron.

Sekretaris Eksekutif Dewan Perawatan Kesehatan Primer di Abuja, Ndaeyo Iwot, mengatakan saat ini bukan waktunya untuk merasa ragu-ragu terhadap vaksin.
Negara terpadat di Afrika ini belum mendeteksi adanya varian baru, tetapi otoritas mengatakan tidak ada salahnya untuk bersiap menggalang kekuatan untuk melawan varian tersebut agar tidak sampai menularkan banyak orang.

Banyak warga yang mulai menyadari manfaat vaksin dan segera mengambil suntikan kedua mereka.

Banyak warga yang mulai menyadari manfaat vaksin dan segera mengambil suntikan kedua mereka.

"Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi besok, jadi ada baiknya kita keluar dan mengambil vaksinnya," salah seorang warga yang menerima suntikan dosis kedua di pusat vaksinasi di ibu kota negara itu.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan tentang risiko global dari varian omicron yang dikhawatirkan lebih ganas dari varian Delta.

Disebutkan bahwa kemungkinan varian tersebut memiliki mutasi yang memungkinkannya lolos dari respons sistem kekebalan dan meningkatkan kemampuannya untuk menyebar dari satu orang ke orang lain.

Peringatan itu datang ketika beberapa negara mulai melaporkan adanya kasus baru terkait varian Omicron.

Terlepas dari kekhawatiran global, dan penutupan perbatasan dan larangan penerbangan di beberapa negara, para ilmuwan memperingatkan bahwa masih belum jelas apakah omicron lebih mengkhawatirkan daripada versi lain.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya