Berita

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat/Net

Presisi

Polisi Jelaskan Kenapa Ipda OS Tembak Mati Pengendara di Exit Tol JORR Bintaro

RABU, 01 DESEMBER 2021 | 01:33 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Terungkap bahwa pelaku penembakan yang menewaskan satu pengendara di exit tol Jorr Bintaro merupakan anggota polisi dari Satuan Polisi Jalan Raya Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya berinisial Ipda OS.

Lantas, mengapa Ipda OS mengeluarkan tembakan? Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat menjelaskan, peristiwa ini bermula saat Ipda OS mendapatkan laporan dari pengendara berinisial O yang mengaku diikuti oleh sejumlah mobil.

Mendapat laporan tersebut, Ipda OS kemudian menyarankan agar pelapor mendatangi kantor PJR, tempat Ipda OS berdinas. Tubagus menyatakan hal ini dilakukan Ipda OS untuk melindungi O dari pembuntutan. Sesampainya di sana, kata Tubagus, terjadi keributan.


"Kemudian ribut di situ. Terdengar satu kali tembakan. Berdasarkan keterangan, saksi mau ditabrak dan terjadilah penembakan sebanyak dua kali mengenai dua korban," kata Ade kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (30/11).

Kedua korban itu berinisial PP dan MP. Mereka lantas dilarikan ke Rumah Sakit Pelni, dan dirujuk ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Sehari kemudian, PP dinyatakan meninggal.

Tubagus menjelaskan bahwa saat ini Bidang Profesi dan Pengamanan atau Propam Polda Metro Jaya, diasistensi oleh Divisi Propam Mabes Polri tengah memeriksa Ipda OS.

"Benarkah peristiwa penembakan itu secara prosedur dan lain-lain, mohon bersabar karena ini masih didalami," ucap Ade.

Ia mengatakan bahwa saat ini Ipda OS belum ditetapkan sebagai tersangka. Bidang Propam masih menggali maksud dan tujuan yang mendasari tindakan OS.
Adapun pasal yang diduga dilanggar oleh Ipda OS, kata Tubagus, adalah Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan 351 KUHP.
 
"Untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka harus minimal 2 alat bukti. Namun, peristiwa penembakan yang mengakibatkan orang terluka dan meninggal dunia itu benar terjadi," ujar Ade.


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Pelita Air Libatkan UMKM Binaan Pertamina dalam PAS Sky Shop

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:59

Seluruh SPPG Wajib Tambah Penerima Manfaat 3B dalam Dua Minggu

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:50

19 Juta Tenaga Kerja dan Upsysteming UMKM

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:25

Jokowi dan Pratikno Dituding Bungkam UI Lewat PP 75/2021

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:59

Polisi Ringkus 25 Pelaku Curanmor di Bekasi

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:45

Film Dokumenter “Pesta Babi” Jangan Memperkeruh Keadaan di Papua

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:23

Melupakan Laut, Menggadaikan Masa Depan!

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:57

Polda Jambi Bongkar Peredaran Sabu dan "Vape Yakuza" Senilai Rp25,9 Miliar

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:38

Dishub kota Semarang Gencarkan Sosialisasi ke Bus AKAP

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:19

Grace Natalie: Saya Nggak Pernah Punya Masalah dengan Pak JK

Selasa, 12 Mei 2026 | 00:57

Selengkapnya