Berita

KH. Khayatul Makki warga Nahdliin Indonesia asal Banjarnegara/Repro

Politik

Sikapi Aksi di Gedung PBNU Soal Muktamar Lampung, Nahdliyin Indonesia Keluarkan Lima Tuntutan

SENIN, 29 NOVEMBER 2021 | 20:34 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Aksi unjuk rasa sejumlah orang terhadap jadwal Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-34, yang dalam surat edaran dari KH. Miftachul Akhyar menyarankan dilaksanakan di Lampung pada 17 Desember, disikapi KH. Khayatul Makki mengatasnamakan diri sebagai warga Nahdliyin Indonesia.

Sosok yang kerap disapa Gus Khayat ini menyayangkan adanya ujaran dalam aksi yang digelar di depan gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Jumat (26/11.

Dia menjelaskan, salah satu orator menuduh KH Miftahul Akhyar telah melakukan penyalahgunaan wewenang dan memancing kegaduhan di internal NU. Menurutnya, ujaran tersebut justru mendapat banyak respon menganggap pendemo telah menghina Rais Aam PBNU.


"Bahkan pihak Banser mengeluarkan perintah untuk memburu orang yang telah menghina Rais Aam," ujar Gus Khayat dalam keteran tertulisnya kepada redaksi, Senin malam (29/11).

Warga Nahdliyin Indonesia dari Banjarnegara ini mengeluarkan lima tuntunan terhadap unjuk rasa yang berisi tuduhan kepada Rais Aam PBNU.

Gus Khayat menyebutkan, dalam poin pertama tuntutan tersebut pihaknya meminta agar segenap Nahdliyin menjaga marwah Rais Aam sebagai pemimpin tertinggi NU

"Jaga marwah Nahdlatul Ulama dari anasir-anasir jahat politisi kegedean syahwat," katanya.

Kemudian, pada poin tuntutan kedua, Gus Khayat juga memohon semua pihak untuk menghentikan rekayasa demonstrasi tidak beretika dan rekayasa dukungan yang berpotensi memecah belah Nahdliyin. Terkait adanya demonstrari tersebut, Gus Khayat kembali mengingatkan pesan Mbah Maimoen (KH Maimoen Zubair).

"Jadi orang Islam itu, kata Mbah Moen, jangan galak-galak. Orang itu harus penuh kasih sayang. Allah memiliki sifat Ar Rahman, sifat kasih sayang, agar dicontoh umat manusia," ucapnya.

Pada poin ketiga tuntutannya, Gus Khayat memohon agar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersikap secara cepat, tegas dan memberikan sanksi terukur kepada orang-orang atau lembaga NU yang melakukan pelanggaran Anggaran Dasar (AD)/ Anggaran Rumah Tangga (ART) serta berpotensi merusak dan memecah belah Nahdlatul Ulama.

"Poin keempat kami mohon agar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sungguh-sungguh menjalankan keputusan Konbes Jakarta untuk melaksanakan Muktamar yang berkualitas dan bermartabat sesuai Anggaran Dasar (AD)/ Anggaran Rumah Tangga (ART)," paparnya.

Untuk poin yang kelima, disebutkan Gus Khayat, Nahdliyin Indonesia mendorong pengurs PBNU segera menggelar rapat pleno PBNU sebagai forum rapat tertinggi di tingkat PBNU untuk menghasilkan keputusan yang ditaati seluruh warga NU sesuai hasil keputusan Konbes (Konferensi Besar NU) di Jakarta.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

Sekjen PBB Kecewa AS Keluar dari 66 Organisasi Internasional

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:15

Gus Yaqut Tersangka Kuota Haji, PKB: Walau Lambat, Negara Akhirnya Hadir

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:15

Gus Yahya Tak Mau Ikut Campur Kasus Yaqut

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:03

TCL Pamer Inovasi Teknologi Visual di CES 2026

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:56

Orang Dekat Benarkan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Ngadep Jokowi di Solo

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:47

KPK Sudah Kirim Pemberitahuan Penetapan Tersangka ke Yaqut Cholil dan Gus Alex

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:24

Komisi VIII DPR: Pelunasan BPIH 2026 Sudah 100 Persen, Tak Ada yang Tertunda

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:56

37 WNI di Venezuela Dipastikan Aman, Kemlu Siapkan Rencana Kontigensi

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:45

Pilkada Lewat DPRD Bisa Merembet Presiden Dipilih DPR RI

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:40

PP Pemuda Muhammadiyah Tak Terlibat Laporkan Pandji Pragiwaksono

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:26

Selengkapnya