Berita

Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa/Net

Pertahanan

Kopassus-Brimob di Timika Papua Bentrok, Begini Sikap Panglima TNI

SENIN, 29 NOVEMBER 2021 | 16:51 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa merespons cepat insiden bentrokan yang melibatkan oknum Brimob dengan prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI di Timika Papua.

Andika mengatakan bahwa TNI telah berkoordinasi dengan Polri untuk memproses hukum seluruh aparat kepolisian yang terlibat bentrokan.  

Selain oknum polisi, Andika menegaskan bahwa pihaknya juga tengah memproses hukum oknum anggota yang terlibat. Kata Andika, Pusat Polisi Militer bersama Pusat militer TNI AD langsung memproses pada para oknum itu.


"Semua oknum anggota TNI yang terlibat dalam dugaan tindak pidana di Timika," demikian penegasan Andika, Senin (29/11).

Sementara itu di dikonfirmasi terpisah, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono menjelaskan, saat bicara soliditas dan sinergitas TNI/Polri adalah kekuatan strategis bangsa Indonesia.

Terkait insiden keributan, Rusdi memastikan bahwa masalah tersebut sudah diselesaikan oleh pimpinan masing-masing yang bertugas di Papua.

"Yang di Tembagapura, itu hanya permasalahan kecil saja, tapi yang jelas pimpinan-pimpinan di sana telah menyelesaikan itu  semua," demikian penjelasan Rusdi ke wartawan, Senin (29/11).

Terkait pemicu keributan karena masalah penjualan rokok yang dilakukan oknum Brimob yang tergabung di Satgas Amole, Rusdi tidak memberi keterangan detail.

Ia hanya memastikan bahwa, keributan itu dipicu oleh masalah komunikasi.

"Tidak ada yang dilanggar, ini hanya masalah komunikasi saja, yaitu masalah kecil yang telah selesai itu semua, masalah seperti itu," demikian kata Rusdi.

Keributan antar prajurat TNI dan Polri itu terjadi di lokasi idge Camp Pos RCTU Mile 72, di Mess Hall Timika, Papua, Sabtu malam (27/11).

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya