Berita

Perdana Menteri Naftali Bennett membahas varian Covid Omicron dalam konferensi pers di Kementerian Kesehatan, Minggu 28 November 2021/Net

Dunia

Libatkan Dinas Intelijen demi Cegah Varian Omicron, Israel Larang Masuk Seluruh Warga Asing

SENIN, 29 NOVEMBER 2021 | 05:47 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dunia kembali dikejutkan dengan kemunculan varian terbaru Covid-19, Omicron. Sejumlah negara mulai melakukan strategi mencegah virus yang dikatakan lebih menular dari varian yang muncul sebelumnya. Israel, mungkin menjadi negara yang menggunakan strategi larangan paling ketat di antara negara lainnya.

Dalam laporan yang dirilis RT, Minggu (28/11), negara itu melarang semua orang asing memasuki wilayahnya. Tidak tanggung-tanggung, pemerintah bahkan menurunkan dinas intelijen untuk menemukan dan melacak semua pendatang dari negara yang menjadi hotspot Omicron.

Aturan baru tersebut akan mulai berlaku pada Minggu malam, menjadikan Israel negara pertama yang sepenuhnya menutup perbatasannya dengan warga negara asing setidaknya selama 14 hari. Hanya mereka yang secara khusus disetujui oleh 'Komite Pengecualian' yang akan diizinkan masuk.


Perdana Menteri Naftali Bennett mengatakan bahwa pemerintah bekerja dengan cepat dan penuh semangat untuk mengekang penyebaran varian baru ini.

Dikatakan bahwa semua warga Israel yang kembali dari luar negeri, bahkan mereka yang divaksinasi penuh dengan dua dosis dan booster, akan dipaksa untuk dikarantina setidaknya selama tiga hari, sementara mereka yang datang dari negara-negara "merah" harus tinggal di hotel yang dikelola militer sampai mereka melakukan dua kali tes negatif untuk virus.

Mereka yang telah mengunjungi negara Afrika selama seminggu terakhir juga telah didesak untuk menjalani tes dan mengikuti karantina secara sukarela, sementara badan keamanan internal Shin Bet ditugaskan untuk memantau kepatuhan menggunakan kemampuan pelacakan ponselnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya