Berita

Aksi 212 pada Desember 2016 di Monas/Net

Politik

Rencana Reuni 212, Petinggi MUI Beda Pendapat

SENIN, 29 NOVEMBER 2021 | 03:53 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Alumni 212 berencana untuk menggelar reuni di kawasan Patung Kuda, Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat pada 2 Desember 2021 mendatang.

Terkait rencana ini, petinggi Majelis Ulama Indonesia (MUI) berbeda pendapat, meskipun belum mengeluarkan sikap resmi terhadap rencana reuni ini.

Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas menyatakan tidak masalah reuni ini digelar meskipun situasi saat ini masih berstatus pandemi. Asalkan, tegasnya, mendapat izin dari pihak berwenang terkait penyelenggaraan acara tersebut.  


“Kalau mereka sudah minta izin dan dizinkan oleh pihak yang berwenang, saya rasa tidak masalah, apalagi Jakarta status penyebaran COVID-nya sudah (PPKM) level 1," ucap Anwar saat dihubungi Minggu (28/11).

Jika reuni 212 jadi dilaksanakan, Anwar berharap para peserta betul-betul menegakan protokol kesehatan dan kegiatan dilaksanakan dengan tertib.

"Kita harapkan, para peserta tetap menghormati protokol kesehatan yang ada serta menjaga ketertiban dan kebersihan seperti yang sudah pernah terjadi sebelum-sebelumnya," ujarnya.

Sementara itu, terpisah. Ketua MUI Bidang Dakwah, Cholil Nafis, tidak sependapat dengan kegiatan itu. Dia mengkhawatirkan reuni 212 akan menjadi lokasi penyebaran virus Corona.

"Nggak usah ada reunian. Khawatir ada klaster Covid dan acaranya tidak penting," kata Cholil.

Hingga kini, acara Reuni 212 masih belum jelas. Polisi belum memberikan izin untuk acara tersebut.

Ketua Panitia Reuni 212, Eka Jaya menyebut jika mendapatkan izin, Reuni 212 akan dilaksanakan dari pukul 04.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB.

Lebih lanjut, Eka masih berupaya agar Reuni 212 bisa dilaksanakan di Patung Kuda. Dia mengatakan reuni 212 akan mematuhi protokol kesehatan. Dan ia berharap agar Polri tak perlu khawatir berlebih.

“Masalah protokol kesehatan pun kita sudah siapkan, kita pahamlah itu. Jadi Polri jangan terlalu takut, kita akan menjagalah, mudah-mudahan aksi ini benar-benar semua bisa memahami, tidak ada provokasi-provokasi, ataupun ada orang-orang yang melakukan tindakan-tindakan yang ingin merusak dari pada acara reuni akbar tersebut," katanya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Jutaan Orang Tak Sadar Terkena Diabetes

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:17

Kejati Sumut Lepaskan Tersangka Penadahan Laptop

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:00

Sektor Energi Indonesia Siap Menggebrak Melalui Biodisel 50 Persen dan PLTN

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:35

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

Pasal Pembuka, Pasal Pengunci

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:21

Eggi Sudjana Perburuk Citra Aktivis Islam

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:19

Pratikno dan Jokowi Harus Dihadirkan di Sidang Sengketa Ijazah KIP

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:03

Dugaan Pengeluaran Barang Ilegal di Cileungsi Rugikan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:45

Eggi Sudjana Konsisten Meyakini Jokowi Tak Punya Ijazah Asli

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:15

Selengkapnya