Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Komedi Hitam, Cara Moldova Genjot Vaksinasi Covid-19

SABTU, 27 NOVEMBER 2021 | 13:41 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tidak selamanya lelucon membuat kita tertawa. Seringkali lelucon membuat kita tergidik, takut, bahkan kesal. Ini yang dilakukan Pemerintah Moldova dalam melakukan pendekatan baru untuk memerangi pandemi Covid-19, yang telah menginfeksi lebih dari 350.000 dan menewaskan hampir 9.000 di negara bekas Soviet itu.

Pejabat kesehatan menggunakan komedi hitam dan trik kejutan untuk mencoba menakut-nakuti orang yang tidak divaksinasi atau mereka yang tidak khawatir tentang virus.

Baru-baru ini pemerintah merilis sebuah video yang menjadi bagian kampanye pencegahan Covid-19. Video itu menampilkan kalimat: "Jangan khawatir. Kami memiliki kuburan terbesar di Eropa."


Jalan yang dipilih pemerintah ini memang tidak biasa. Namun, mereka berharap ini bisa jauh lebih efektif.

Kampanye kesadaran publik ini disponsori oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang bertujuan untuk mempromosikan vaksinasi dengan latar belakang disinformasi dan skeptisisme vaksin yang merajalela, yang umum terjadi di seluruh Eropa Timur.

Pejabat berharap komedi atau humor hitam ini akan membuat lebih banyak orang memutuskan untuk mendapatkan vaksin Covid-19.

Satu lagi video berdurasi 1:05 menit telah menarik perhatian pemirsa. Video itu memadukan komedi dengan horor. Aktor populer Moldova Emilian Cretu, yang memiliki hampir 500.000 pengikut di Instagram, berperan sebagai petugas medis, pasien, dan pengurus jenazah.

Dalam perannya yang berbeda, ia memberi tahu pemirsa, "Lebih dari 7.000 orang Moldova telah meninggal karena Covid. Ada jenis baru yang jauh lebih menular dan agresif, tetapi Anda tidak perlu khawatir," dia kemudian mengenakan wig jahe dan menyeruput cangkir bone-china, yang dia tempatkan dengan kuat di atas piring. Seorang penggali kubur kemudian muncul dengan sekop di atas kuburan besar yang baru saja digali.

Video itu mendapat banyak perhatian netizen, meskipun memang belum diketahui seberapa efektifnya.

Seorang aktivis sipil dan anggota think tank Watchdog berkomentar bahwa orang tidak lagi membutuhkan argumen klasik.

“Orang tidak lagi menerima argumen. Mereka lelah. Ada gagasan bahwa kita harus keluar dari zona nyaman kita,” ujarnya, seperti dikutip dari Radio of Liberty.

"Humor hitam adalah bagian dari upaya ini. Tentang tertawa dan menangis, tentang suatu situasi. Videonya cocok dengan mentalitas saat ini. Itu membuatmu berpikir. Kamu tertawa sesaat tapi kemudian kamu menjadi takut," ujarnya.

Coronavirus telah menghantam keras negara miskin berpenduduk 3,1 juta, yang terletak di antara Ukraina dan anggota UE Rumania.

Sejak secara resmi memulai kampanye vaksinasi pada 2 Maret, Moldova harus bergantung pada sumbangan vaksin dari Rumania, Uni Emirat Arab, Rusia, dan China. Ia juga telah menerima puluhan ribu vaksin melalui Covax, sebuah program internasional yang membantu negara-negara kurang berkembang memperolehnya dengan lebih murah.

Data per 24 November, ada 35 orang yang meninggal dalam 24 jam, sehingga total angka kematian mencapai 8.915.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya